Bhayangkara Presisi melaju ke Grand Final Proliga 2026 usai mengalahkan Garuda Jaya 3-0 di Semarang.
Aktual Tangerang – (SEMARANG) Jakarta Bhayangkara Presisi memastikan tiket Grand Final Proliga 2026. Mereka akan menghadapi Jakarta LavAni Livin’ Transmedia pekan depan.
Laga final digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta.
Kepastian itu diraih usai mengalahkan Jakarta Garuda Jaya.
Bhayangkara menang tiga set langsung dengan skor 3-0, yakni 25-20, 27-25, dan 25-19. Kemenangan tersebut diraih pada Final Four di GOR Jatidiri Semarang, Jumat (17/4/2026).
Bhayangkara tampil dominan sejak awal laga. Mereka mengandalkan variasi serangan dan pertahanan solid.
Garuda Jaya sempat memberi perlawanan ketat. Namun, mereka kesulitan menembus pertahanan lawan.
Set pertama ditutup Bhayangkara dengan skor 25-20. Permainan kolektif menjadi kunci keunggulan awal.
Pada set kedua, Garuda Jaya tampil lebih berani. Kejar mengejar poin terjadi hingga deuce. Garuda Jaya sempat menyamakan skor 24-24. Namun Bhayangkara menang tipis 27-25.
Memasuki set ketiga, Bhayangkara langsung unggul cepat. Mereka memimpin 5-0 di awal permainan.
Garuda Jaya sempat memperkecil selisih poin. Namun Bhayangkara tetap menjaga konsistensi permainan. Set ketiga ditutup dengan skor 25-19. Kemenangan memastikan langkah ke Grand Final.
Pelatih Bhayangkara Presisi, Reidel Toiran, mengapresiasi performa timnya. Ia menyebut pemain tetap tenang saat tertekan.
“Saya puas karena tim bermain sesuai instruksi. Mereka tetap tenang meski mendapat tekanan,” ujar Toiran.
Toiran menegaskan fokus tim kini ke partai final. Ia juga akan memberi kesempatan pemain muda tampil.
“Tujuan kami sudah tercapai, yaitu lolos final. Kami akan rotasi untuk menjaga kebugaran pemain utama,” katanya.
Setter Bhayangkara, Alvin Daniel, menargetkan gelar juara.nIa ingin mencetak hattrick bersama timnya.
“Kami fokus mempertahankan gelar musim ini. Kami ingin mencetak sejarah baru,” ucal Alvin.
Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, mengakui kelemahan timnya. Ia menyoroti komunikasi pemain di lapangan.
“Koordinasi kami belum padu saat pertandingan. Ini menjadi evaluasi penting bagi tim,” katanya.
Meski gagal ke final, Garuda Jaya tetap optimistis. Mereka akan memburu peringkat ketiga.
Pemain muda Dawuda Alahiwassalam menegaskan tekad timnya. Ia ingin menutup musim dengan hasil positif.
“Kami akan berjuang maksimal di laga berikutnya. Kami ingin mengakhiri musim dengan kepala tegak,” ujar Dawuda. ***











Leave a Reply