Waspada Penipuan Modus Catut MBG

Adi Subchan - 05 May 2026

Kasus penipuan vendor yang mencatut acara Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Tangerang Selatan (Tangsel). Diduga pelaku merupakan sindikat penipuan. (Foto: Chatgpt/Aktual Tangerang/Ilustrasi)
Kasus penipuan vendor yang mencatut acara Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Tangerang Selatan (Tangsel). Diduga pelaku merupakan sindikat penipuan. (Foto: Chatgpt/Aktual Tangerang/Ilustrasi)

Kasus penipuan vendor acara di Tangerang Selatan (Tangsel) diduga melibatkan sindikat order fiktif dengan modus pemesanan tanpa pembayaran.

Aktual Tangerang – Kasus penipuan vendor perlengkapan acara terungkap di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Pemilik vendor Faimah Az Zahra Wedding, Siti Fatimah, menjadi salah satu korban. Ia mengungkap pelaku diduga menjalankan modus order fiktif terhadap sejumlah vendor.

Pelaku memesan barang dalam jumlah besar tanpa pembayaran, lalu menghilang.

Kasus bermula dari pesanan kursi dan blower oleh pria bernama Andi. Pelaku mengaku sebagai panitia acara mahasiswa UIN Jakarta.

Pemesanan dilakukan mendadak dengan alasan kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG).;Siti mengaku tidak curiga saat komunikasi awal dengan pelaku.

“Dia bilang dapat nomor saya dari klien wedding, jadi saya tidak curiga,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga :  Lagi Gendong Cucu, IRT di Pondok Aren Ditusuk Tetangga

Pelaku menjanjikan pembayaran dilakukan setelah barang tiba di lokasi. Korban kemudian mengirim 170 kursi dan tiga unit blower ke lokasi.

Barang dikirim ke aula mahasiswa di kawasan Pisangan, Ciputat Timur. Barang tiba sekitar pukul 11.20 WIB dan langsung diturunkan. Namun, tidak ada pihak yang menemui korban untuk serah terima.

“Kami tanya serah terima dengan siapa, dia bilang masih di jalan,” kata Siti.

Korban sempat menunggu cukup lama di lokasi tersebut. Ia akhirnya meninggalkan barang karena keperluan keluarga mendesak.

“Dia minta kirim invoice dulu, nanti diusahakan pembayaran,” tuturnya.

Beberapa jam kemudian, barang justru diambil pihak lain. Pihak tersebut mengaku sebagai perwakilan pemesan.

“Kata warga, barang diambil lagi dengan alasan salah kirim,” ujarnya.

Saat korban kembali, sebagian besar barang telah hilang. “Pas saya datang, tinggal 50 kursi dan kabel roll,” katanya.

Pihak pengelola lokasi memastikan tidak ada kegiatan seperti yang diklaim. “Ternyata tidak ada acara sama sekali di lokasi itu,” ujar Siti.

Dari penelusuran, pelaku diduga menggunakan identitas palsu. KTP yang digunakan diketahui milik orang lain yang pernah hilang.

“Kata RT, KTP itu pernah hilang dan mungkin disalahgunakan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kecelakaan Moge di Underpass Ciledug, Pengendara Tergeletak

Nomor telepon pelaku juga terdeteksi berada di luar daerah. Pengambilan barang diduga dilakukan oleh orang berbeda. “Sepertinya ini sindikat, bukan satu orang,” kata Siti.

Ia menyebut kasus serupa juga dialami vendor lain. Beberapa penyedia tenda dan dekorasi pernah mengalami kejadian serupa.

“Vendor dekor pernah cerita, tenda diambil malam hari,” ungkapnya.

Korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. Ia mengimbau vendor lain agar lebih waspada terhadap order mencurigakan.

“Kalau mengalami hal serupa, sebaiknya segera melapor,” tegasnya.

Laporan terdaftar di Polsek Ciputat Timur pada 30 April 2026.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq membenarkan laporan tersebut. Pihaknya tengah menyelidiki dugaan penipuan tersebut.

“Penyelidikan masih berjalan dan keterangan pelapor sudah diambil,” ujarnya.

Polisi menyebut belum ada kendala dalam proses penyelidikan. Kasus ini diduga bagian dari sindikat order fiktif.

“Unit Reskrim masih mendalami karena diduga terkait sindikat,” kata Bambang. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini