Warga sekitar TPA Cipeucang Tangsel mengeluhkan dana kompensasi Rp250 ribu per tahun yang dinilai kecil dan lambat cair.
Aktual Tangerang – Warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Tangerang Selatan, mengeluhkan besaran dana kompensasi dari pemerintah daerah.
Mereka menilai nominal Rp250 ribu per tahun terlalu kecil. Selain itu, pencairannya lambat.
Ketua RT setempat, Idik Tasdik, mengatakan dana kompensasi itu baru sekali diterima pada Desember 2024 lalu.
“Baru dibayar sekali. Untuk tahun ini belum cair,” ujar Idik, Rabu (5/11/2025).
Ia menjelaskan, nilai kompensasi ditetapkan langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan. Katanya, warga tidak pernah diajak bermusyawarah terkait besaran dana tersebut.
“Mereka yang menentukan jumlahnya. Selain kecil, pencairannya juga rumit karena lewat rekening,” ucap Idik.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menjelaskan, besaran kompensasi merupakan hasil kesepakatan bersama.
“Relatif, tergantung kesepakatan antara warga dengan dinas pada waktu itu,” kata Benyamin.
Ia menyebut, nilai kompensasi ditentukan melalui negosiasi antara kebutuhan warga dan kemampuan keuangan daerah.
“Perhitungannya disesuaikan dengan belanja masyarakat dan kemampuan pemerintah. Itu hasil kompromi antara warga dan pemerintah. Kami patuhi kesepakatan tersebut,” jelasnya.
Benyamin memastikan dana kompensasi telah disalurkan kepada sekitar 1.400 kepala keluarga di sekitar TPA Cipeucang.
Terkait keluhan soal pencairan yang lambat, Benyamin berjanji akan mengevaluasi prosesnya. “Nanti saya perhatikan untuk percepatan penanganannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, DLH Tangsel rutin memantau kondisi TPA Cipeucang setiap hari. “Kalau perlu, nanti Pak Wakil saya tugaskan untuk meninjau langsung,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkot Tangsel berencana melakukan terrasering dan de-watering di kawasan TPA Cipeucang akhir tahun ini.
Langkah itu bertujuan mengendalikan tumpukan sampah dan gas metana di lokasi tersebut.









Leave a Reply