Warga Resah, Matel Punya Markas di Serpong?

Adi Subchan - 12 August 2026

ILUSTRASI - Warga resah dengan aktivitas matel di Jalan Raya Serpong, Tangsel. Mereka diduga memiliki tempat berkumpul dan kerap mencegat pengendara. (Foto: Istimewa)
ILUSTRASI - Warga resah dengan aktivitas matel di Jalan Raya Serpong, Tangsel. Mereka diduga memiliki tempat berkumpul dan kerap mencegat pengendara. (Foto: Istimewa)

Warga resah dengan aktivitas matel di Jalan Raya Serpong, Tangsel. Mereka diduga memiliki tempat berkumpul dan kerap mencegat pengendara.

Aktual Tangerang – Aktivitas debt collector atau “mata elang” (matel) di Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan, membuat warga resah. Mereka diduga memiliki tempat berkumpul sebelum melakukan penagihan kendaraan di jalan.

Warga menduga lokasi tersebut berada tak jauh dari permukiman dan sejumlah fasilitas umum.

Pedagang di sekitar lokasi, N (60), mengatakan aktivitas para matel di kawasan tersebut sudah berlangsung cukup lama.

Ia menyebut keberadaan kelompok tersebut bahkan dapat ditemukan hampir setiap hari di kawasan Jalan Raya Serpong.

“Kalau matel biasanya, tiap hari ada. Memang ada markasnya di situ,” ujar N saat ditemui di lokasi, Rabu (12/8/2026).

Menurut N, lokasi yang diduga menjadi tempat berkumpul para matel berada di sekitar jembatan dekat Lapangan dan SD Pondok Jagung.

Ia mengaku tidak mengetahui perusahaan yang menaungi para penagih utang tersebut.

“Memang ada kantor atau tempat berkumpulnya di situ, enggak tahu (PT-nya apa), dekat jembatan sekitar Lapangan dan SD Pondok Jagung. Biasanya kalau mereka dapat motor hasil cegatan di jalan, dibawa ke situ,” tutur N.

Baca Juga :  23 Mata Elang Diamankan Polresta Tangerang, bikin Resah Warga

Cegat Pengendara di Jalan Raya Serpong

Aktivitas para matel kembali menjadi sorotan setelah seorang pengemudi ojek online atau ojol diduga dicegat pada Selasa (11/8/2026) sore.

N mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Ia melihat empat orang menggunakan dua sepeda motor menghentikan seorang pengemudi ojol.

Peristiwa itu kemudian menarik perhatian pengendara dan warga sekitar. Sejumlah orang berhenti dan berusaha melerai keributan tersebut.

Para matel akhirnya meninggalkan lokasi setelah situasi semakin ramai.

“Kejadiannya sore jam 5-an. Matelnya ada 2 motor, 4 orang. Kejadiannya ramai banget, motor-motor pada berhenti semua. Ada yang melerai, orang pada banyak. Sampai kabur matelnya,” ungkap N.

Kesaksian lain disampaikan A (35), pedagang yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Menurut A, aksi pengejaran terhadap pengendara oleh matel disebut bukan kejadian sekali saja.

Ia bahkan mengatakan ada pengendara yang memilih masuk ke area Batalyon Arhanud 1/1 Kostrad untuk mencari perlindungan.

“Saya lihat mereka (debt collector) kalau mengejar sampai ke sini, mereka santai duduk di sekitaran sini. Nunggu sampai yang dikejar keluar lagi,” ujar A.

A mengatakan petugas TNI biasanya mengawal pengendara ketika meninggalkan area batalyon. Namun, pengawalan tersebut tidak selalu menghentikan pengejaran para debt collector.

“Dikawal keluarnya. Tapi tetap dikejar dan diikuti sama DC-nya. Mungkin karena memang itu urusannya dengan keterlambatan bayar motor atau apa ya. Makanya mereka enggak takut, ada TNI tetap diikuti. Tujuannya mungkin mengambil motor langsung di rumahnya,” kata A.

Baca Juga :  Pria Diduga Bakar Diri di Rumah Makan Ciputat

Komunitas Ojol Turut Mencari Matel

Peristiwa pencegatan tersebut kemudian mendapat perhatian dari komunitas pengemudi ojol di Tangerang Selatan.

Pengemudi ojol Cing Alay mengatakan rekan-rekannya berusaha mencari informasi mengenai korban dan kelompok matel yang diduga terlibat.

Namun, identitas pengemudi ojol yang menjadi korban belum diketahui secara pasti. Informasi yang beredar di antara komunitas ojol juga masih simpang siur.

“Kabar terkini masih simpang siur karena pihak driver yang jadi korban belum ketahuan dari komunitas mana. Tapi yang saya dengar sekarang, komunitas ojol BSD sedang bergerak mencari matel tersebut,” ujar Cing Alay.

Warga berharap aparat kepolisian meningkatkan pengawasan di kawasan Jalan Raya Serpong.

Mereka juga meminta aparat menindak aksi penagihan kendaraan di jalan apabila ditemukan adanya pelanggaran.

Selain itu, warga berharap lokasi yang diduga menjadi tempat berkumpul para matel turut diperiksa.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan aktivitas kelompok tersebut tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat di sekitar permukiman. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini