Viral, Siswa SD Sendirian ke Sekolah Naik Kereta Tangerang-Jakarta

Adi Subchan - 25 November 2025

Dindikbud Tangsel menilai efektivitas 24–28 Januari menentukan apakah PPJ diperpanjang atau siswa kembali belajar secara tatap muka. (Foto: Instagram)
Dindikbud Tangsel menilai efektivitas 24–28 Januari menentukan apakah PPJ diperpanjang atau siswa kembali belajar secara tatap muka. (Foto: Instagram)

Kisah viral Hafitar, siswa SD yang menempuh perjalanan jauh naik KRL setiap hari, memicu perhatian hingga akhirnya mendapat tempat tinggal sementara dekat sekolah.

Aktual Tangerang – Kisah seorang siswa SD pulang pergi sendirian naik kereta dari Tangerang ke Jakarta viral di media sosial.

Video yang beredar di Instagram menampilkan perjalanan mandiri siswa tersebut.

Bocah tersebut bernama Hafitar asal Tangerang itu menarik perhatian publik. Ia berangkat sekolah sendiri dari Tangerang menuju Stasiun Klender setiap hari.

Dalam rekaman terlihat Hafitar berseragam merah-putih di antara penumpang dewasa.

Ia menunggu kereta saat subuh di peron stasiun sendirian. Perjalanan panjang itu memicu keprihatinan masyarakat.

Alasan Tetap Bersekolah di Duren Sawit

Kasatlak Pendidikan Duren Sawit, Farida Farhah, membenarkan kisah viral tersebut. Menurut dia, keluarga Hafitar sebelumnya tinggal dekat sekolah.

“Orangtuanya dulu tinggal dekat sekolah sebelum pindah,” kata Farida, Selasa (25/11/2025).

Baca Juga :  Cegah Bullying, Pemkot Tangerang Perkuat Pembinaan Olahraga

Ia menyebut keluarga mempertahankan sekolah lama karena kenyamanan.

Mengenai kenapa Hafitar tidak diantar orang tuanya, alasan karena bekerja. “Orangtuanya bekerja pagi, jadi tidak bisa mengantar. Jadi berangkat sendiri naik kereta,” jelas Farida.

Tawaran Tempat Tinggal

Pihak sekolah sempat menyarankan Hafitar pindah sekolah. Saran itu jauh sebelum kisahnya viral. Namun, Hafitar menolak usulan tersebut.

“Dia tidak mau pindah sekolah karena gurunya baik,” ujar Farida.

Ibunya juga nyaman dengan lingkungan sekolah dan orang tua murid.

Dinas Pendidikan DKI segera menindaklanjuti kasus ini. Mereka berkomunikasi dengan orang tua dan pihak sekolah.

Beberapa guru menawarkan tempat tinggal sementara bagi Hafitar. Namun, tawaran itu terus ditolak oleh ibunya.

Baca Juga :  Viral! Video Surya Insomnia Tambal Jalan Berlubang di Tangsel

Setelah diskusi panjang, akhirnya dicapai kesepakatan bersama. “Setelah viral, kami mengambil inisiatif merawat Hafitar bersama,” kata Farida.

Ia menyebut Hafitar bersedia tinggal di rumah teman sekolahnya. Keputusan itu diambil demi keselamatan dan kenyamanan Hafitar.

Farida menjelaskan bahwa Hafitar kini diantar jemput oleh keluarga temannya. “Anaknya sudah mau tinggal sementara di rumah temannya,” ujar Farida.

Dinas Pendidikan akan terus memantau kondisi Hafitar. Koordinasi dilakukan dengan sekolah untuk menjaga keselamatan siswa tersebut.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini