Viral, Debt Collector di Tangerang Mengaku Dibekingi Mabes

Adi Subchan - 23 April 2026

Warga Pasar Kemis, Tangerang, mengaku diintimidasi debt collector saat hendak pulang, kasus kini didalami polisi. (Foto: Tangkapan layar akun @bapakmilenialtng)
Warga Pasar Kemis, Tangerang, mengaku diintimidasi debt collector saat hendak pulang, kasus kini didalami polisi. (Foto: Tangkapan layar akun @bapakmilenialtng)

Warga Pasar Kemis, Tangerang, mengaku diintimidasi debt collector saat hendak pulang, kasus kini didalami polisi.

Aktual Tangerang – Seorang warga Pasar Kemis, Muhamad Rizki Romdani, mengaku diintimidasi debt collector. Peristiwa terjadi saat ia hendak pulang dari restoran cepat saji bersama istrinya.

Kejadian tersebut berlangsung pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Insiden itu kemudian viral di media sosial setelah videonya beredar luas.

Video diunggah akun Instagram @bapakmilenialtng dan memicu perhatian publik.

Dalam video, Rizki terlihat berdebat dengan sejumlah orang di Polsek Pasar Kemis. Ia tampak emosi dan meninggikan suara saat berhadapan dengan debt collector.

“Negara tidak boleh kalah oleh premanisme,” ujar Rizki dalam video tersebut.

Ia juga mengancam menghubungi layanan darurat kepolisian jika tidak ada keputusan cepat. “Kalau tidak ada keputusan, saya akan telepon 110,” tegasnya.

Baca Juga :  Pasar Kemis Dikepung Bangunan Liar, bakal Digusur Satpol PP

Rizki menjelaskan awal kejadian saat berada di kawasan Bumi Indah. Ia mengaku didatangi sekitar lima orang yang mengaku debt collector.

“Awalnya saya dan istri sedang ngopi, lalu mereka datang,” kata Rizki.

Para debt collector mengaku berasal dari pihak ketiga perusahaan pembiayaan. Mereka disebut hendak menarik mobil yang digunakan Rizki.

Rizki mengaku telah menjelaskan kepemilikan kendaraan secara sah. “Saya sudah jelaskan bukti, tetapi mereka tetap memaksa,” ujarnya.

Situasi kemudian memanas di lokasi kejadian. Rizki mengaku mendapat intimidasi berupa tindakan kasar dan ucapan keras. Mobilnya sempat dipukul oleh pihak debt collector.

Merasa terancam, Rizki menghubungi layanan darurat kepolisian. Petugas kemudian datang dan membawa kedua pihak ke Polsek Pasar Kemis.

Setibanya di kantor polisi, Rizki kembali menjelaskan kronologi kejadian. Ia juga menunjukkan sejumlah bukti kepada petugas. Namun, Rizki menilai belum ada kejelasan atas permasalahan tersebut.

“Saya sudah minta kejelasan, tetapi belum ada keputusan,” katanya.

Baca Juga :  Polres Tangsel Amankan Motor Curian, Korban Dipersilakan Ambil Tanpa Biaya

Rizki juga meminta pihak perusahaan pembiayaan dihadirkan. Perwakilan perusahaan datang sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, perwakilan tersebut disebut tidak membawa data lengkap. “Dia mengaku baru dan tidak mengetahui detail kasus,” ujar Rizki.

Perdebatan sempat dinyatakan selesai tanpa kesepakatan. Namun, situasi kembali memanas saat Rizki hendak pulang.

Ia mengaku kembali didatangi debt collector di area Polsek. Rizki menyebut mobilnya sempat dilarang untuk dibawa pulang. “Dia bilang mobil harus tetap di situ,” ungkap Rizki.

Ia juga menyebut debt collector itu menyebut punya bekingan di Mabes.

Rizki kemudian meminta polisi bertindak tegas atas kejadian tersebut. Namun, ia diminta membuat laporan resmi agar kasus diproses.

Saat hendak melapor, Rizki menilai pelayanan kurang responsif. “Saya diminta sabar saat ingin membuat laporan,” kata dia.

Rizki mengaku kecewa dengan respons yang diterimanya saat itu. Meski demikian, komunikasi akhirnya mereda pada sore hari.

Mobil yang dipermasalahkan kemudian dibawa pulang oleh Rizki. Ia kembali ke Polsek pada malam hari untuk membuat laporan resmi.

Kapolsek Pasar Kemis AKP Humaedi membenarkan adanya laporan tersebut.

“Kami masih mendalami dugaan unsur pidana dalam kasus ini,” ujar Humaedi.

Polisi juga menelusuri keterkaitan kasus dengan wilayah hukum lain. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini