Aktual Tangerang – DPRD Kabupaten Tangerang mendorong pemerintah daerah memperkuat kolaborasi untuk mencegah munculnya tempat pembuangan sampah ilegal.
Kolaborasi tersebut dinilai perlu melibatkan masyarakat, pihak swasta, dan pemangku kepentingan terkait.
Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhamad Amud mengatakan, pengawasan titik rawan pembuangan sampah perlu diperkuat.
“Pemerintah daerah itu harus kolaborasi dengan pihak stakeholder, pihak swasta. Untuk menangani masalah persampahan, masalah kebersihan lingkungan. Karena tanpa kolaborasi itu agak sulit kita untuk menjaga lingkungan kita bersih,” kata Amud saat mengikuti Kegiatan Gotong Royong Masyarakat Untuk Kebersihan Lingkungan di Kecamatan Kelapa Dua, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Amud, keterlibatan pihak swasta diperlukan untuk mengatasi keterbatasan personel pengawasan pemerintah.
“Untuk memonitor kawasan-kawasan yang itu bukan tempat sampah, lalu oleh masyarakat dijadikan sebagai tempat sampah. Maka harus diawasi ketat oleh pemerintah daerah,” ujarnya.
Amud juga mendorong pemerintah menyediakan lokasi pembuangan sampah yang mudah dijangkau masyarakat.
Menurutnya, lahan milik pemerintah dapat dimanfaatkan untuk menyediakan lokasi pembuangan tersebut. Langkah itu dinilai dapat mencegah jalan dan ruang publik menjadi lokasi pembuangan sampah liar.
Kata Amud lagi, gotong royong dapat menjadi sarana membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Ini luar biasa saya kira. Mudah-mudahan ini menjadi magnet, menjadi contoh bagi perumahan-perumahan yang lain,” katanya.
Empat Titik Jadi Sasaran Pembersihan
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten Muhammad Faizal menyebut empat lokasi menjadi sasaran pembersihan.
Lokasi tersebut berada di kawasan Bencongan Indah sekitar Masjid Lippo Karawaci. Lokasi lainnya Jalan Raya Kelapa Dua dan kawasan Danau Kelapa Dua.
Pembersihan juga menyasar wilayah Kelurahan Binong-Peusar.
Menurut Faizal, sejumlah lokasi tersebut masih kerap menjadi tempat pembuangan sampah sembarangan.
“Di pinggir jalan banyak masyarakat buang sampah sembarangan, sampai berdagang di badan jalan. Itu yang harus kita selesaikan,” kata Faizal.
Faizal berharap kawasan yang sudah dibersihkan dapat ditata dan dihijaukan. Cara tersebut diharapkan mencegah lokasi kembali menjadi titik pembuangan sampah liar.
Faizal juga mendorong penanaman pohon bougenville di sejumlah titik.
Menurutnya, tanaman tersebut dapat mempercantik kawasan sekaligus mencegah pembuangan sampah sembarangan.
“Setelah bersih, saya mohon itu ditanami pohon bougenville. Supaya bagus dan tidak ada yang membuang lagi,” ujarnya.
Direktur Government & Relations TMD LippoLand Darwin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan.
Program tersebut bertujuan menjaga lingkungan sekitar tetap bersih, rapi, dan hijau.
“Dengan adanya kegiatan gotong royong ini, kita berharap di lingkungan [Kabupaten Tangerang], dan khususnya lingkungan di sekitar LippoVillage tempat kami berusaha, dapat bersih, rapi, aman, supaya lingkungannya juga sehat,” ujar Darwin.
Darwin menambahkan, kegiatan gotong royong penting dilakukan menjelang musim hujan.
“Sampah yang menumpuk di saluran air, berpotensi menghambat aliran air dan menimbulkan persoalan lingkungan,” ungkapnya. (*)








Leave a Reply