Tangsel Kekeringan, Warga Kurangi Uang Belanja demi Beli Air Galon

Adi Subchan - 19 July 2026

FOTO: iStockphoto/Ilustrasi
FOTO: iStockphoto/Ilustrasi

Krisis air bersih di Kampung Koceak, Tangsel, memaksa warga membeli air galon isi ulang setelah debit sumur menurun akibat musim kemarau.

Aktual Tangerang – Krisis air bersih di Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, semakin membebani warga saat musim kemarau.

Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut memaksa warga mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air minum.

Berkurangnya curah hujan membuat debit air sumur gali warga terus menurun.

Sejumlah sumur bahkan dilaporkan mengering. Akibatnya, warga kesulitan memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, memasak, hingga air minum.

Sebagian warga kini mengandalkan bantuan air bersih yang rutin disalurkan pemerintah.

Sementara itu, warga yang sumurnya masih mengeluarkan air tetap harus berhemat. Air hanya mengalir dalam jumlah terbatas setiap hari.

Baca Juga :  Tangsel Kekeringan, Warga Terpaksa Mandi di Kantor

Kondisi tersebut memaksa banyak keluarga membeli air minum isi ulang.

Mereka juga mengurangi pengeluaran rumah tangga agar kebutuhan air tetap terpenuhi.

Salah seorang warga, Rahmawati (51), mengatakan keluarganya kini harus menyisihkan anggaran khusus untuk membeli air galon isi ulang. Padahal, sebelumnya kebutuhan air minum masih dipenuhi dari air sumur yang direbus.

“Selama ini enggak pernah beli. Saya suka ngerebus air dari sumur aja,” ujar Rahmawati, Sabtu (19/7/2026).

Rahmawati mengatakan debit air sumur di rumahnya terus menurun selama sekitar tiga pekan terakhir. Karena itu, ia tidak lagi berani menggunakan air sumur sebagai air minum.

Menurut dia, sumurnya memang belum mengering sepenuhnya. Namun, air yang keluar hanya sedikit setiap hari.

Dalam sehari, keluarganya yang terdiri dari empat orang hanya memperoleh sekitar dua bak air. Setiap bak berkapasitas sekitar 50 liter.

Baca Juga :  BPK Temukan Proyek DTRB Kabupaten Tangerang Kelebihan Bayar Rp974 Juta

Keterbatasan itu membuat keluarganya harus membeli air galon isi ulang untuk minum dan memasak.

“Saya beli galon isi ulang dua hari sekali, dua galon. Harganya Rp5.000 per galon. Jadi lumayan nambah biaya,” katanya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini