Tak Ada Barang yang Hilang dalam Kasus Pembunuhan di Cilegon

Adi Subchan - 17 December 2025

ILUSTRASI kasus pembunuhan di rumah mewah kawasan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon. (Foto: iStock)
ILUSTRASI kasus pembunuhan di rumah mewah kawasan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon. (Foto: iStock)

Polres Cilegon menyelidiki dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap seorang anak di rumah mewah kawasan BBS.

Aktual Tangerang – Polisi tengah menyelidiki dugaan perampokan disertai pembunuhan di Kota Cilegon, yang menewaskan seorang bocah berusia enam tahun.

Kasus tersebut terjadi di rumah mewah milik Maman Suherman di kawasan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon.

Diketahui, Maman adalah seorang pengusaha yang juga sebagai Anggota Dewan Pakar PKS Kota Cilegon.

Korban dalam peristiwa ini berinisial MAHM berusia sembilan tahun, anak Maman Suherman.

MAHM ditemukan tak bernyawa di dalam rumah dalam kondisi bersimbah darah dengan 14 luka tusukan di tubuhnya.

Polres Cilegon menyebut hasil penyelidikan sementara tidak ada barang yang hilang di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Rumah Dewan Pakar PKS Cilegon Dirampok? Bocah 9 Tahun Tewas

Kasi Humas Polres Cilegon, Iptu Sigit Dermawan, mengatakan penyelidikan masih berlangsung. Polisi masih mendalami motif serta identitas terduga pelaku.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan belum bisa menyampaikan motif kejadian,” kata Sigit, Rabu (17/12/2025).

Untuk mengusut kasus ini, polisi telah memeriksa delapan orang saksi. Saksi berasal dari pihak keluarga korban dan warga sekitar.

Hingga kini, polisi belum menyimpulkan motif peristiwa tersebut. Penyidik masih mendalami seluruh keterangan saksi.

Adapun barang bukti yang saat ini telah diamankan polisi adalah pakaian korban serta sebuah buku.

Mengenai senjata tajam , kata Sigit, pihaknya belum menemukannya. “Terkait senjata tajam belum ditemukan,” pungkasnya.

Kronologi Penemuan Korban

MAHM, pelajar kelas IV sekolah dasar di Kota Cilegon, ditemukan meninggal dunia di rumahnya di BBS III, Kelurahan Ciwaduk. Kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB.

Ayah korban, Maman Suherman, menerima telepon darurat dari anak keduanya berinisial D.

Anaknya itu berteriak meminta pertolongan saat berada di rumah bersama korban. Maman langsung meninggalkan tempat kerjanya menuju rumah korban.

Baca Juga :  Kasus Tewasnya Anak Politisi PKS, Polisi Periksa Delapan Saksi

Setibanya di lokasi, korban ditemukan tergeletak tengkurap di kamar tidur. Tubuhnya bersimbah darah akibat luka tusukan.

Korban kemudian dilarikan ke RS Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi.

Setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami 14 luka tusukan senjata tajam.

Sekitar pukul 15.00 WIB, pihak keluarga melaporkan kejadian ke kepolisian.

Petugas Polres Cilegon mendatangi lokasi pada pukul 15.20 WIB.

Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini