Sungai Cisadane Makin Menyusut, Ketersediaan Air Terancam

Adi Subchan - 22 September 2026

Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Cisadane turun 40 sentimeter dari normal. Pemkot Tangerang mempercepat pengerukan sedimentasi untuk menjaga pasokan air bersih. (Foto: Dok Pemkot Tangerang)
Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Cisadane turun 40 sentimeter dari normal. Pemkot Tangerang mempercepat pengerukan sedimentasi untuk menjaga pasokan air bersih. (Foto: Dok Pemkot Tangerang)

Ketinggian Sungai Cisadane mencapai 12,1 meter di tengah kemarau. Pemerintah memastikan pasokan air masih aman dan mengatur distribusinya.

Aktual Tangerang – Ketinggian muka air Sungai Cisadane disebut telah melewati batas normal di tengah kemarau berkepanjangan.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, menyebut kondisinya mengkhawatirkan.

Arnold mengatakan, tinggi muka air Sungai Cisadane kini mencapai 12,1 meter. Angka tersebut disebut mendekati batas normal yang berada pada ketinggian 12,4 meter.

“Ketinggian Sungai Cisadane sementara ini sudah mencapai 12,1 meter, mendekati batas normal dimana seharusnya itu berada di ketinggian 12,4 meter,” ujar Arnold saat meninjau Pintu Air 10 Tangerang, Senin (21/9/2026).

Arnold datang untuk memantau kondisi Sungai Cisadane di tengah musim kemarau berkepanjangan.

Pengecekan tersebut didampingi sejumlah pejabat Kementerian PU dan Pemerintah Kota Tangerang.

Mereka antara lain Plt Direktur Sungai dan Pantai Mochammad Dian Alma’ruf dan Plt Kepala BBWS Ciliwung Cisadane Ahmad Victor Samodra. Turut mendampingi Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni.

Baca Juga :  KUHP Baru: Kumpul Kebo Bisa Dipidana

Di lokasi, Arnold memeriksa pintu penutup air dan pola pengaturan aliran Sungai Cisadane.

Pengaturan tersebut berkaitan dengan distribusi air untuk kebutuhan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Arnold memastikan distribusi air bagi kebutuhan masyarakat masih dalam kondisi aman.

Menurutnya, pasokan air saat ini masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, ketersediaan air harus dikelola secara optimal agar manfaatnya tetap dirasakan masyarakat.

Pengelolaan tersebut mencakup kebutuhan air baku, irigasi, pengairan, hingga produktivitas pertanian.

“Sebenarnya ketersediaan air di Kota Tangerang masih cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari baik untuk air baku, irigasi, pengairan namun harus dijaga dan dikelola dengan baik,” ungkapnya.

Kondisi sejumlah bagian Sungai Cisadane yang terlihat kering juga menjadi perhatian. Bebatuan di dasar sungai bahkan terlihat akibat rendahnya aliran pada sejumlah bagian.

Arnold menjelaskan kondisi tersebut berkaitan dengan strategi pengaturan pasokan air. Menurutnya, sistem buka tutup bendungan merupakan mekanisme pengendalian volume dan debit air.

Pengaturan juga bertujuan mengendalikan tinggi muka air sungai sebelum didistribusikan.

Baca Juga :  Lokasi dan Jadwal SIM Keliling di Tangsel Hari Ini

Pengoperasian pintu bendungan dilakukan secara manual oleh petugas sesuai standar operasional prosedur. Air tersebut kemudian disalurkan untuk irigasi warga, persawahan, hingga pengolahan ulang PDAM Kota Tangerang.

“Kegiatan ini diatur oleh rekan-rekan agar air yang dimiliki masih cukup memenuhi kebutuhan baku, karena musim kemarau ya kami mengatur tata kelola air,” terangnya.

Pemkot Ajak Perusahaan Normalisasi Cisadane

Pemerintah Kota Tangerang turut mengambil langkah menjaga ketersediaan pasokan air Sungai Cisadane. Pemkot mengajak perusahaan pengguna air baku Sungai Cisadane melakukan normalisasi secara bersama-sama.

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzeni mengatakan langkah tersebut menghadapi kondisi kemarau.

“Kami sudah mengajak perusahaan-perusahaan yang mengambil air baku dari Sungai Cisadane untuk bersama-sama melakukan normalisasi sesuai dengan bimbingan teknis yang diberikan BBWS dalam waktu dekat,” sambungnya.

Taufik memastikan koordinasi dengan BBWS Ciliwung-Cisadane dan sejumlah instansi terkait terus dilakukan. Koordinasi tersebut termasuk pengecekan lokasi intake perusahaan pengguna air baku Sungai Cisadane.

Pemkot Tangerang berharap rencana normalisasi bersama perusahaan segera direalisasikan. Langkah tersebut diharapkan membantu menjaga ketersediaan air baku bagi masyarakat selama musim kemarau.

“Dengan demikian manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, khususnya dalam menjaga ketersediaan air baku di tengah musim kemarau,” kata dia. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini