Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi suhu ekstrem di Tangerang bertahan hingga akhir Oktober akibat minimnya liputan awan.
Aktual Tangerang – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi suhu panas ekstrem di Tangerang bertahan hingga akhir Oktober 2025.
Suhu maksimum pada siang hari diperkirakan mencapai antara 35 hingga 38 derajat Celcius.
Fenomena ini disebabkan minimnya liputan awan di wilayah Pulau Jawa dan selatan Indonesia.
Peneliti BRIN, Erma Yulihastin, menjelaskan liputan awan adalah proporsi langit yang tertutup awan dalam skala okta.
Minimnya awan terjadi akibat dua bibit siklon tropis di utara ekuator: NAKRI dan 96W.
Kedua sistem ini memusatkan awan konvektif ke utara, meninggalkan wilayah selatan lebih cerah dan kering.
Kondisi tersebut menyebabkan pagi dan siang hari terasa lebih terik di Jakarta dan sekitarnya.
Meskipun minim awan, ketidakseimbangan panas lokal memicu terbentuknya angin-angin kencang.
Erma menyebut angin kencang bisa terjadi tanpa disertai pembentukan awan atau hujan.
Namun, pada sore hingga malam hari, hujan lokal masih berpotensi muncul di wilayah tengah dan timur Jawa.
Hujan itu berasal dari proses konveksi lokal dan termal akibat perbedaan suhu darat dan laut.
BRIN mengimbau masyarakat waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa berubah drastis dalam sehari.
Cuaca panas siang hari dapat berubah menjadi hujan disertai angin pada malam hari.
Masyarakat disarankan memakai tabir surya saat siang dan bersiap menghadapi hujan malam hari.
Fenomena cuaca ini diprediksi berlangsung hingga akhir Oktober, sesuai pantauan BRIN.









Leave a Reply