Solusi Darurat Sampah Tangsel, Pengelola TPS 3R Kewalahan

Syahrul Munir - 16 December 2025

TPS 3R
Tumpukan sampah di TPS 3R Berseri Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan. (FOTO: Aktual Tangerang/Robby Kurniawan)

Pengelola TPS 3R Tangerang Selatan geleng kepala dan kewalahan dengan kenaikan jumlah sampah berlipat-lipat dalam dua pekan terakhir

Aktual Tangerang – Penampungan TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduces, Reuse, Recycle) di Tangerang Selatan mengalami peningkatan sampah sejak 2 pekan terakhir. Sampah di area penampungan tiba-tiba menumpuk seperti tak bertuan.

Marja, Koordinator TPS 3R Berseri Benda Baru, Pamulang Tangerang Selatan mengatakan jumlah sampah di penampungan terus bertambah. Jumlah meningkat dua kali lipat.

“Sekarang sampah sudah membludak,” ujar Marja kepada Aktual Tangerang, Selasa (16/12/2025).

TPS 3R Berseri Benda Baru berdiri di atas lahan wakaf seluas 190 meter persegi. Setiap harinya, TPS 3R ini mengelola 1.000 kilo sampah. Kumpulan sampah itu berasal dari warga dua RW atau sekitar 600 kepala keluarga (KK).

TPS 3R yang terletak di Kelurahan Benda Baru itu mempekerjakan 7 orang. Tiga orang bertugas mengambil sampah dan empat orang lain pilah sampah.

“Sebelum numpuk ini, kita sortir sampai jam empat sore itu sudah bersih. Sekarang masih ada sisa saking banyaknya,” ujar Marja setengah kebingungan.

Butuh Perhatian DLH

Marja menjelaskan selama ini pihaknya belum maksimal dalam mengolah sampah ini. Idealnya, TPS 3R ini membuang sisa sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang 20 sampai 25 persen dari total sampah masuk.

Akan tetapi, hingga saat ini realita pengeloaan sampah tersebut terbilang masih belum capai target. “Kita buang masih 50:50,” ujarnya.

Kondisi ini, lanjut Marja sudah disampaikan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel. Kendala yang dihadapi pengelola, kata Marja lantaran kurang tenaga pemilah.

Tiga orang petugas pemilah di TPS 3R itu masih pemula. Marja tidak bisa menekan petugas pemilah sampah karena keterbatasan. Salah satunya adalah honor petugas yang masih jauh di bawah UMR.

Baca Juga :  Polisi Gerebek Warung Madura di Ciputat, 667 Obat Keras Disita

Dirinya berharap DLH Kota Tangerang Selatan bisa mengirimkan tujuh personel untuk membantu proses pemilihan sehingga hasilnya bisa lebih bagus. Tujuh personel tambahan untuk pilah sampah ini, nantinya membantu mempercepat proses pemilihan dengan honor sudah ditanggung pemkot.

“Kami ini butuh perhatian DLH, agar bisa menanggung honor pemilah sehingga bisa bantu proses pilah sampah hingga bersih,” ujarnya.

Libatkan Pengelola Swasta 

Ketua Forum RW Nusaloka, Muslim mengatakan persoalan darurat sampah ini memang perlu segera cari jalan keluar. Alasannya, sampah yang tidak terangkut berhari-hari itu akan menimbulkan masalah lingkungan.

Muslim menghimbau agar pengurus lingkungan mengambil langkah cepat untuk pengangkutan sampah warga. Sebagai alternatif bisa melibatkan pengelola sampah swasta.

Dengan catatan tanpa memberatkan warga. “Untuk sementara bisa gunakan pihak swasta yang ada, untuk mengurangi sampah,” ujar Muslim.

Muslim menjelaskan keterlibatan pihak swasta bersifat sementara itu bukan tanpa alasan. Dirinya mendapat informasi pihak DLH Kota Tangsel kemungkinan TPA Cipeucang sudah Kembali beroperasi normal pada awal Januari 2026.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan pihaknya sudah mulai mengangkut sampah di beberapa wilayah. Sampah kini diangkut ke TPS 3R.

“Saat ini sudah mulai diangkut di beberapa wilayah. Saya minta arahan ke Dinas Lingkungan Hidup manfaatkan TPS3R dulu yang ada. Nanti TPS3R itu hanya sementara saja, setelahnya baru kita angkat ke TPA Cipeucang,” ujar Pilar Saga Ichsan dilansir Metrotvnews.com.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini