Sidang Kongres AS memanas setelah veteran marinir Brian McGinnis memprotes rencana perang melawan Iran. Aksi tersebut berujung pengusiran paksa oleh petugas keamanan.
Aktual Tangerang – Sidang di Kongres Amerika Serikat (AS) memanas setelah seorang veteran marinir melakukan aksi protes terhadap rencana perang melawan Iran.
Demonstran tersebut akhirnya diseret keluar oleh petugas keamanan setelah meneriakkan penolakan terhadap kebijakan militer Washington.
Sosok yang melakukan aksi itu diketahui bernama Brian McGinnis, seorang veteran Marinir AS yang juga mencalonkan diri sebagai senator dari Partai Hijau.
Dalam video yang kini beredar luas di media sosial, McGinnis terlihat berdiri di dalam ruang sidang sambil menyampaikan protes keras terhadap kebijakan pemerintahan Donald Trump yang disebutnya meluncurkan operasi militer terhadap Iran demi kepentingan Israel.
“Tidak ada yang mau berperang untuk Israel!” teriak McGinnis dengan suara lantang sebelum sejumlah petugas keamanan mulai mendorongnya keluar dari ruangan.
Situasi kemudian berubah tegang ketika petugas dari Polisi Capitol Amerika Serikat berusaha mengevakuasi McGinnis. Aksi dorong-dorongan sempat terjadi di tengah ruangan hingga akhirnya ia berhasil digiring keluar.
Dalam rekaman itu juga terlihat Senator Montana, Tim Sheehy, ikut membantu petugas keamanan. Ia tampak ikut mengangkat McGinnis bersama anggota keamanan lainnya untuk membawanya keluar dari ruang sidang.
Usai kejadian, Sheehy menjelaskan kepada media bahwa tindakannya semata-mata untuk membantu petugas meredakan situasi yang semakin tidak terkendali di ruang sidang.
Selain McGinnis, seorang aktivis perempuan yang berada di lokasi juga menyuarakan penolakan serupa terhadap kemungkinan perang antara AS dan Iran.
Ia menilai nyawa tentara AS tidak seharusnya dipertaruhkan dalam konflik yang dianggap hanya menguntungkan kepentingan Israel.
“Kami tidak mendukung Israel. Kami tidak mau mati untuk Israel. Hentikan perang melawan Iran sekarang juga,” ujarnya dengan suara keras sebelum situasi semakin memanas.
Mayoritas Publik AS Menolak Perang
Insiden di Kongres tersebut mencerminkan meningkatnya kegelisahan di kalangan masyarakat AS terkait potensi konflik militer baru di Timur Tengah.
Hasil jajak pendapat terbaru yang dilakukan oleh Reuters bekerja sama dengan Ipsos menunjukkan bahwa dukungan publik AS terhadap agresi militer terhadap Iran tergolong rendah.
Dalam survei tersebut tercatat 27 persen responden menyatakan mendukung serangan militer. Namun, 43 persen responden menyatakan menolak. Sisanya, 29 persen lainnya masih belum menentukan sikap
Agresi yang disebut dimulai pada Sabtu (28/2) dini hari itu dilaporkan telah menewaskan sejumlah tokoh penting Iran dan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, sejumlah negara sekutu AS dilaporkan mulai mengambil sikap hati-hati. Bahkan beberapa di antaranya disebut enggan terlibat dalam potensi aliansi militer antara Washington dan Israel dalam konflik melawan Iran. (Penulis: Iskandar Noer)








Leave a Reply