Leony Vitria kritik anggaran Pemkot Tangsel soal BPHTB dan konsumsi rapat. Tokoh muda ajak dialog untuk solusi bersama.
Aktual Tangerangn – Artis Leony Vitria menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan dan anggaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel).
Ia menilai alokasi anggaran Pemkot tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat.
Leony menumpahkan kritiknya melalui akun Instagram pribadi, dengan menyoroti beberapa hal yang dianggap janggal. Di antaranya, biaya konsumsi rapat dinilai lebih besar dibandingkan anggaran perbaikan jalan.
Ia juga menyoroti belanja alat kantor dan suvenir yang dinilai tidak tepat sasaran.
Kritik Leony bermula dari pengalaman pribadinya saat mengurus balik nama rumah almarhum ayahnya. Ia merasa terbebani dengan bea BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) yang harus dibayar.
Menanggapi kritik tersebut, Dadit H. Gani, tokoh muda Tangerang Selatan, menyampaikan pandangannya. Ia mengapresiasi keberanian Leony dalam menyuarakan pendapat secara terbuka.
Namun, Dadit berharap kritik ini tidak berhenti di media sosial saja. Menurutnya, akan lebih baik jika dibawa ke dalam forum dialog dengan Pemkot Tangsel untuk mencari solusi bersama.
“Hal ini sebaiknya dibicarakan langsung dengan pemerintah dan stakeholder terkait agar bisa dicari solusi bersama,” ujar Dadit.
Dadit menyampaikan, sebagian wilayah Tangsel memang dikuasai pengembang besar. Namun, banyak juga kawasan padat penduduk dengan fasilitas minim dan persoalan sosial kompleks.
Ia menyoroti pentingnya mengurangi kesenjangan antara kawasan elite dan permukiman padat.
Tangsel sendiri merupakan kota otonom hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang sejak tahun 2008.
Sebagai kota yang masih muda, Pemkot Tangsel dihadapkan pada tantangan pembangunan yang tidak mudah.
Dadit mengapresiasi langkah Pemkot dalam merawat infrastruktur di wilayah padat penduduk, meskipun belum merata. Menurutnya, kesenjangan sosial adalah masalah umum kota besar, termasuk Tangsel dan Jakarta.
Namun, ia percaya Pemkot Tangsel bisa hadir lebih kuat secara bertahap untuk menjawab tantangan tersebut.
“Tugas kita bersama adalah berkolaborasi demi kenyamanan semua warga,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat untuk tetap bijak dalam menyampaikan aspirasi dan menjaga kondusivitas sosial.
“Jika hanya viral tapi tidak solutif, justru kita semua yang akan dirugikan,” pungkasnya.









Leave a Reply