Seluruh Puskesmas Tangerang Kini Punya Layanan Kesehatan Jiwa

Adi Subchan - 02 November 2025

Dinkes Tangsel memastikan layanan kesehatan tetap buka selama Lebaran 2026 dengan posko, ambulans, dan tenaga medis siaga. (Foto: Dok Pemkot Tangerang/Ilustrasi)
Dinkes Tangsel memastikan layanan kesehatan tetap buka selama Lebaran 2026 dengan posko, ambulans, dan tenaga medis siaga. (Foto: Dok Pemkot Tangerang/Ilustrasi)

Pemkot Tangerang memperluas poli jiwa di puskesmas dan rumah sakit, tambah psikolog klinis, serta sediakan fasilitas IPWL.

Aktual Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperluas layanan kesehatan mental ke seluruh puskesmas di wilayahnya. Hingga kini, 39 puskesmas memiliki poli jiwa dengan tenaga medis dan paramedis terlatih.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni, mengatakan layanan mencakup konsultasi dasar dan rujukan ke spesialis jiwa.

Untuk pasien yang memerlukan perawatan lanjutan, akan ditangani oleh dokter spesialis RSUD Kota Tangerang.

“Masyarakat kini lebih mudah mengakses layanan kesehatan jiwa,” kata Dini, Jumat (31/10/2025).

Sedangkan, pasien ODGJ dirujuk melalui Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) di setiap puskesmas.

Delapan rumah sakit di Kota Tangerang menyediakan layanan rawat jalan poli jiwa.

Baca Juga :  Kata Wamenkes, 2 Juta Orang Indonesia Alami Gangguan Mental

Rumah sakit itu antara lain RSUD Kota Tangerang, RSUP Sitanala, RS Annisa, dan RS Sari Asih Karawaci. Selain itu, RS EMC Tangerang, RS Aqidah, RS Hermina Periuk, dan Primaya Hospital membuka poli jiwa.

Pemkot Tangerang juga memiliki tiga fasilitas IPWL bagi pasien penyalahgunaan NAPZA.

Fasilitas IPWL berada di Puskesmas Cibodasari, Puskesmas Cipondoh, dan RS Sitanala.

Dini menyebut, pada 2026 akan menambah psikolog klinis untuk memperluas layanan kesehatan mental.

Kader kesehatan jiwa akan memantau kepatuhan pasien ODGJ agar rutin minum obat dan mencegah kekambuhan.

Skrining kesehatan jiwa akan dilakukan rutin melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah, komunitas, dan fasilitas kesehatan.

Baca Juga :  Waspada Penyakit Bronkopneumonia, Ini Gejalanya

“Alhamdulillah, hingga kini tidak ada kasus pasung di Kota Tangerang,” kata Dini.

Keberhasilan ini menunjukkan kerja sama lintas sektor, dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga kecamatan melalui TPKJM.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini