Pansus RTRW Tangsel menyoroti rencana perpanjangan jalur MRT dan penanganan banjir dalam rancangan RTRW 2025–2045.
Aktual Tangerang – Rencana perpanjangan jalur MRT dari Lebak Bulus menuju Serpong dibahas dalam Raperda RTRW Tangsel 2025–2045.
Ketua Pansus RTRW Tangsel, Ahmad Syawqi, menyebut perluasan jalur MRT menjadi perubahan besar dalam penyusunan RTRW.
Ia menjelaskan moda transportasi massal berbasis rel harus mudah diakses seluruh warga Tangsel.
Menurutnya, jalur MRT tidak boleh hanya melintas melalui kawasan jalan tol. Syawqi menekankan pentingnya rute MRT melewati permukiman padat penduduk.
“Jalur harus melintas di wilayah padat karena di sana banyak calon pengguna,” ujar Syawqi.
Ia berharap MRT dapat dinikmati seluruh masyarakat tanpa terkecuali. “Kami tidak ingin rutenya hanya berada di atas tol,” jelasnya.
Syawqi mengatakan Pansus akan berkoordinasi dengan pihak MRT terkait penyesuaian rute. “Kami segera bersurat dan meminta hearing dengan pihak MRT,” kata Syawqi.
Selain MRT, persoalan banjir juga dibahas karena berdampak besar pada mobilitas warga.
“Banjir selalu memicu kemacetan di Tangsel,” ujar Syawqi.
Ia menilai tata ruang harus mengurai akar masalah banjir dan kemacetan. Syawqi menyebut revisi RTRW akan membawa perubahan besar bagi wajah ruang Tangsel.
“RTRW 2025 akan mengubah struktur ruang Tangsel dua dekade ke depan,” pungkasnya.








Leave a Reply