Rayakan HUT Banten ke-26, Mahasiswa Gelar Demo di Gedung DPRD

Adi Subchan - 04 October 2026

Peringatan HUT ke-26 Banten diwarnai ketegangan mahasiswa dan polisi di Gedung DPRD Banten, Minggu (4/10/2026). Dua mahasiswa diamankan, enam orang jadi korban. (FOTO: Beritasatu.com)
Peringatan HUT ke-26 Banten diwarnai ketegangan mahasiswa dan polisi di Gedung DPRD Banten, Minggu (4/10/2026). Dua mahasiswa diamankan, enam orang jadi korban. (FOTO: Beritasatu.com)

Aktual Tangerang – Peringatan HUT ke-26 Provinsi Banten diwarnai ketegangan antara mahasiswa dan aparat kepolisian di depan Gedung DPRD Banten.

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi untuk menyampaikan kritik dan tuntutan terkait berbagai persoalan di Provinsi Banten.

Aksi tersebut berlangsung di depan Gedung DPRD Banten, Minggu (4/10/2026).

Selain berunjuk rasa, mahasiswa menutup akses Jalan Syeh Nawawi Al Bantani di depan Gedung DPRD Banten.

Massa juga sempat membakar ban di tengah jalan dan menghentikan dua truk besar yang melintas.

Penutupan jalan tersebut menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi terganggu. Kendaraan yang hendak melintas terpaksa mengubah arah untuk menghindari lokasi aksi.

Situasi memanas saat mahasiswa terlibat aksi saling dorong. Sejumlah aparat kepolisian terlihat bersiaga mengamankan kompleks Gedung DPRD Provinsi Banten.

Situasi semakin meningkat setelah sejumlah mahasiswa berupaya menerobos masuk ke area gedung DPRD.

Baca Juga :  Kapolres Tangsel Laporkan Gratifikasi iPhone 17 Pro Max ke KPK

Massa sempat mendobrak pintu pagar gedung. Sebagian mahasiswa lainnya berusaha memanjat pagar untuk masuk.

Dalam insiden tersebut, enam orang dilaporkan menjadi korban. Sementara itu, dua orang diamankan polisi.

“Yang diamanin 2 orang. Kawan Bento KMS30 dan Ridwan UMC (Untirta Movement Community),” kata seorang mahasiswa.

10 Tuntutan Mahasiswa

Koordinator aksi, Yasser, mengatakan mahasiswa membawa 10 tuntutan dalam demonstrasi tersebut. Tuntutan tersebut ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Banten dan DPRD Banten.

Isu yang disoroti mahasiswa mencakup pendidikan, lapangan pekerjaan, infrastruktur, dan transparansi anggaran.

Yasser menyebut transparansi penggunaan APBD Banten menjadi salah satu tuntutan utama mahasiswa.

“Di HUT ke-26 Provinsi Banten ini, kami menggelar aksi besar-besaran dan menyampaikan sebanyak 10 tuntutan, di antaranya terkait dengan pendidikan, lapangan pekerjaan, infrastruktur, dan yang utama adalah transparansi dana APBD Banten yang dinilai banyak penyimpangan,” tegasnya.

Pernyataan mengenai dugaan penyimpangan APBD tersebut merupakan penilaian yang disampaikan mahasiswa dalam aksi.

Baca Juga :  Penyuka Sesama Jenis Penyumbang Terbesar Kasus AIDS di Kabupaten Tangerang

Mahasiswa Klaim Hendak Menolong Rekannya

Ketegangan bermula ketika seorang mahasiswi berada di dalam kompleks DPRD Banten. Mahasiswi tersebut disebut dikelilingi oleh sejumlah anggota kepolisian.

Menyaksikan itu, sejumlah mahasiswa berusaha masuk ke area gedung DPRD Banten. Mereka mengaku hendak memastikan kondisi mahasiswi tersebut.

“Awalnya ada teman kita perempuan yang di dalam sendirian dikerumuni oleh polisi. Saya dan yang lainnya berusaha merangsek masuk untuk menyelamatkannya,” ucap seorang mahasiswa.

Situasi kemudian berkembang menjadi aksi saling dorong antara massa mahasiswa dan aparat kepolisian.

Setelah masuk ke area Gedung DPRD Banten, dirinya dipukul dan ditendang oleh sejumlah orang yang disebutnya sebagai aparat.

“Saya ditonjok, dipukul, ditendang, diseret, dikeroyok,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, massa mahasiswa masih bertahan di depan Gedung DPRD Banten.

Aparat kepolisian juga tetap melakukan pengamanan untuk mencegah situasi kembali memanas.

Aksi demonstrasi berlangsung bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-26 Provinsi Banten.

Pada hari yang sama, sejumlah agenda peringatan HUT Banten digelar di kawasan KP3B, Kota Serang. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini