Dindikbud Tangsel mencatat sekitar 480 tenaga honorer SD dan SMP negeri, di antaranya guru, belum masuk skema PPPK maupun CPNS.
Aktual Tangerang – Ada sekitar 6.000 karyawan aktif di sekolah negeri SD dan SMP di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Hal itu berdasakan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel.
Dari jumlah itu, sekitar 480 orang masih berstatus honorer dan belum masuk skema PPPK maupun CPNS.
Kepala Dindikbud Kota Tangsel Deden Deni mengatakan tenaga honorer tersebut tidak seluruhnya berprofesi sebagai guru.
Sebagian lainnya bertugas sebagai tenaga administrasi, petugas keamanan, hingga office boy di lingkungan sekolah negeri.
“Tenaga honorer masih sekitar 480 orang. Tidak semuanya guru. Ada tenaga kependidikan, tata usaha, petugas keamanan sampai office boy,” kata Deden, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, sebagian tenaga honorer masih diperbolehkan bekerja melalui skema PJLP. Sementara lainnya masih berstatus non ASN dan belum masuk formasi PPPK maupun CPNS.
“Sebagian belum masuk PPPK penuh waktu maupun paruh waktu. Mereka juga belum tercatat sebagai CPNS,” ujarnya.
Menurut Deden, keberadaan tenaga honorer tidak hanya ditemukan di sektor pendidikan. Tenaga non ASN juga tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
“Tenaga honorer juga ada di Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup,” jelasnya.
Meski demikian, sektor pendidikan masih menjadi penyumbang tenaga honorer terbanyak di Tangsel. Kondisi itu dipicu tingginya kebutuhan tenaga pengajar dan pendukung operasional sekolah.
Deden menambahkan, mayoritas tenaga honorer masih berada dalam usia produktif.
“Rata-rata usia mereka di bawah 50 tahun. Jadi masih cukup produktif untuk bekerja,” pungkasnya. ***








Leave a Reply