Profil Leony Vitria Hartanti, Penyanyi Cilik yang Jadi Sorotan Publik

Adi Subchan - 25 September 2025

Artis Leony Vitria Hartanti tengah menjadi sorotan publik usai mengkritisi laporan keuangan Pemkot Tangsel. (Foto: Instagram Leony Vitria Hartanti)
Artis Leony Vitria Hartanti tengah menjadi sorotan publik usai mengkritisi laporan keuangan Pemkot Tangsel. (Foto: Instagram Leony Vitria Hartanti)

Profil Leony Vitria Hartanti, dari Trio Kwek Kwek hingga aktris film. Viral usai kritik soal pajak warisan dan anggaran Pemkot Tangsel.

Aktual Tangerang – Leony Vitria Hartanti tengah menjadi sorotan usai komentarnya soal kejanggalan anggaran Pemkot Tangsel viral di media sosial. Publik pun penasaran dengan sosok dan perjalanan kariernya.

Leony dikenal sejak era 1990-an sebagai anggota termuda Trio Kwek Kwek bersama Dhea dan Alfandy. Grup ini populer di masa kejayaan musik anak-anak dan menjadi alternatif segar di tengah dominasi penyanyi solo.

Berdasarkan catatan Asril Novian Alifi dalam buku Rockstar Teacher (2017), lagu-lagu Trio Kwek Kwek masih akrab di telinga generasi 1990-an.

Biodata Leony Vitria Hartanti

  • Nama: Leony Vitria Hartanti
  • Lahir: 20 September 1987, Jakarta
  • Pendidikan: S1 Psikologi Universitas Pelita Harapan
  • Orang tua: Andy Hartanto & Sofia Attan
  • Saudara: Richie Victor Hartanto & Cynthia Vitria Hartanto

Seiring dewasa, Leony beralih fokus ke seni peran. Ia membintangi sejumlah karya, di antaranya:

  • Musik: Kura-kura (1994), Berbi Adikku (1998), No Apologies (2004)
  • Film: Identitas (2009), Kentut (2011), Bidadari Mencari Sayap (2020), Negeri Para Ketua (2024), Air Mata di Ujung Sajadah (2025)
  • Sinetron: Siapa Takut Jatuh Cinta (2002), Orang Ketiga (2018), Satu Cinta Dua Hati (2023)
  • Serial: Indra Ketujuh (2018), 90 Hari Mencari Suami (2024), Lelah Menjadi Lillah (2024)
  • Penghargaan: Nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI (2009) dan Indonesia Movie Awards (2010)

Transformasi kariernya dari penyanyi cilik ke aktris film menunjukkan konsistensi Leony di dunia hiburan.

Protes Soal Pajak Warisan

Nama Leony ramai diperbincangkan setelah curhatannya soal pajak warisan viral. Ia mengungkap kekecewaannya harus membayar pajak hingga puluhan juta rupiah saat mengurus balik nama rumah peninggalan orang tuanya.

Baca Juga :  629 Pelajar SMA Tangsel Berisiko Depresi, Cemas Akan Masa Depan

Menurut Leony, pajak sebesar 2,5% dari nilai rumah terasa memberatkan, apalagi rumah itu tidak dijual, hanya diwariskan dalam keluarga. Meski demikian, ia tetap melunasi kewajiban tersebut sebagai bentuk kepatuhan.

Pernyataannya menuai pro-kontra. Banyak warganet mendukung keluhannya, sementara sebagian lain menilai aturan tersebut memang sudah jelas dalam regulasi perpajakan.

Direktorat Jenderal Pajak kemudian menjelaskan bahwa ada kondisi tertentu di mana pajak warisan bisa dibebaskan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kini, Leony kembali menjadi figur publik yang diperhatikan, bukan hanya melalui karya seninya, tetapi juga lewat sikap kritisnya terhadap isu sosial dan kebijakan pemerintah.

Kritis Anggaran Pemprov Tangsel

Berawal dari keluhannya terkait pajak warisan rumah mendiang ayahnya yang dianggap memberatkan, Leony pun menelusuri dokumen laporan keuangan Pemkot Tangsel tahun 2024 setebal 520 halaman.

Lewat unggahan di Instagram Story, Leony mengungkapkan keprihatinannya atas anggaran konsumsi rapat yang mencapai Rp60 miliar. Ia menilai angka tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat.

“Souvenir Rp20 M. Makanan dan minuman rapat Rp60 M. Sampai penambah daya tahan tubuh dan pakaian pun kita belanjain mereka,” tulis Leony, dikutip Jumat (19/9/2025).

Tak hanya konsumsi rapat, Leony juga menyoroti pengeluaran belanja souvenir Rp20 miliar, anggaran penambah daya tahan tubuh dan pakaian dinas.

Yang menjadi sorotan utama Leony adalah ketimpangan anggaran, terutama jika dibandingkan dengan alokasi untuk pemeliharaan fasilitas umum. Ia menyoroti bahwa anggaran untuk pemeliharaan jalan, jaringan, dan irigasi hanya sebesar Rp731 juta.

“Kita enggak boleh suudzon. Mungkin di Tangsel enggak banyak jalan rusak, jadi segitu aja sudah cukup biayanya selama setahun,” ujarnya dengan nada sindiran.

Sebagai warga negara yang taat membayar pajak, Leony menegaskan bahwa ia memiliki hak untuk mempertanyakan penggunaan dana publik. Ia menyampaikan kekecewaannya karena anggaran yang besar justru tidak berfokus pada kepentingan masyarakat luas.

Baca Juga :  Leony Ungkap Gaji DPRD Tangsel Nyaris Rp1 Miliar Per Tahun

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini