Prestasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Pengganti Sri Mulyani, Berawal Saat Pandemi

Syahrul Munir - 08 September 2025

Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan baru Purbaya Yudhi Sadewa pengganti Sri Mulyani memiliki segudang prestasi di bidang ekonomi

Tangerang, Menteri Keuangan baru Purbaya Yudhi Sadewa resmi menggantikan Sri Mulyani Indrawati dalam reshuffle Kabinet Merah Putih. Presiden Prabowo melantik Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, bersama tiga Menteri dan satu wakil menteri lainnya.

Tiga menteri baru lainnya adalah Menteri Perlindungan Pekerja Migran, Mukhtarudin; Menteri Koperasi, Ferry Juliantono; Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Presiden Prabowo Subianto juga mencopot lima Menteri Kabinet Merah Putih, yakni Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi.

Dua menteri lainnya Menteri Perlindungan Pekerja Migran (PMI), Abdul Kadir Karding, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Aritedjo.

Purbaya Yudhi Sadewa mendapat kepercayaan dari Presiden Prabowo sebagai menteri keuangan pengganti Sri Mulyani Indrawati. Sosok Yudhi Sadewa membuat publik penasaran.

Purbaya merupakan ekonom senior yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 2020.

Rekam jejak Purbaya sangat lengkap mulai dari bidang ekonomi, kebijakan publik hingga sektor keuangan negara. Penunjukan dirinya diyakini menjadi langkah Presiden Prabowo untuk memperkuat fondasi fiskal dan menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Baca Juga:

Prestasi Purbaya di bidang ekonomi sangat mentereng, yang berawal dari situasi pandemi Covid-19 tahun 2020. Saat menjabat sebagai Ketua DK LPS, Purbaya mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan,terutama pada era Pandemi Covid-19. Purbaya mampu menjaga kepercayaan sehingga publik tidak melakukan penarikan besar-besaran.

Baca Juga :  Banten Siapkan Barak TNI untuk Siswa Bermasalah, Ini Lokasinya

Stabilitas simpanan selama era pandemic tahun 2020 ini terjaga. LPS menjamin simpanan hingga IDR 2 miliar per nasabah per bank, dan aktif mensosialisasikannya ke seluruh Indonesia.

Sederet Jabatan Strategis Purbaya

Jauh sebelum itu, saat krisis global tahun 2008–2009, Indonesia masih mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,6 persen. Pengalaman ini digunakan sebagai pijakan kepercayaan saat menghadapi situasi serupa.

Purbaya menekankan kuatnya dukungan 80 % sektor ekonomi domestik, yang membuat Indonesia relatif tangguh terhadap gejolak global.

Sebelum memimpin LPS, Purbaya pernah menduduki berbagai posisi strategis, antara lain Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kemenko Kemaritiman dan Investasi (2018–2020), Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kemenko Kemaritiman (2016–2018).

Ia juga pernah menjadi Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden (2015).

Purbaya pernah menjadi Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (2015–2016), serta Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (2010–2014).

Selain itu, ia aktif di Komite Ekonomi Nasional (2010–2014), Dewan Pertimbangan Kadin (2016–sekarang), dan Indonesia Economic Forum (2015–sekarang).

Profil Akademik

Purbaya menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB). Kemudian melanjutkan studi S2 dan S3 bidang Ilmu Ekonomi di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.

Purbaya meniti karier sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989–1994), lalu berkiprah di dunia riset ekonomi sebagai Senior Economist di Danareksa Research Institute (2000–2005), sebelum bergabung ke pemerintahan.

Tahun 2006-2008, Purbaya dipercaya sebagai Direktur Utama PT Danareksa Securities, Chief Economist Danareksa Research Institute (2005–2013), serta Anggota Direksi PT Danareksa (Persero) (2013–2015).

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini