Polisi menyelidiki dugaan pembakaran limbah plastik di Sindang Jaya, Tangerang, setelah warga mengeluhkan polusi udara dan gangguan kesehatan.
Aktual Tangerang – Polisi menyelidiki dugaan aktivitas pengolahan limbah plastik di Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.
Penyelidikan dilakukan setelah warga melaporkan polusi udara yang diduga berdampak pada kesehatan masyarakat.
Kanit Reskrim Polsek Pasar Kemis Ipda Ahmad Dasuki mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan di lokasi.
Petugas mendatangi area sekitar Perumahan Suvarna Sutera dan Lavon Swan City usai menerima laporan warga. Laporan tersebut terkait dugaan pembakaran sampah yang menimbulkan gangguan lingkungan.
“Dari hasil pengecekan awal, petugas menemukan aktivitas pembakaran sampah plastik bekas yang menghasilkan asap hitam,” kata Dasuki, Kamis (4/6/2026).
Asap pembakaran diketahui mengarah ke kawasan permukiman warga. Kondisi itu memicu keluhan dari masyarakat sekitar.
Menurut Dasuki, berdasarkan keterangan di lapangan, aktivitas tersebut diduga bertujuan mengolah limbah plastik. Hasil pengolahan diduga digunakan sebagai bahan baku tertentu.
Dasuki mengungkapkan petugas telah dua kali mendatangi lokasi. Pada pemeriksaan terakhir, aktivitas pembakaran tidak lagi ditemukan.
Petugas hanya menemukan sisa material hasil pembakaran berupa limbah plastik. Saat pengecekan dilakukan, lokasi dalam keadaan kosong.
“Polsek Pasar Kemis akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujar Dasuki.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah aktivitas serupa kembali terjadi.
Sebelumnya, warga Suvarna Sutera, Ronny Gunawan, melaporkan aktivitas pembakaran limbah yang kembali marak.
Menurut Ronny, asap kerap muncul sejak malam hingga pagi hari. Kondisi itu mengganggu kenyamanan dan aktivitas warga.
“Kami datang ke lokasi, menghubungi 110, lalu polisi datang ke tempat kejadian,” kata Ronny.
Setelah itu, warga mendokumentasikan temuan dan membuat laporan polisi.
Ronny yang juga Ketua RT 05 RW 09 Cluster Citra Suvarna Sutera mengaku menerima banyak keluhan.
Keluhan tersebut terkait gangguan kesehatan yang diduga dipicu polusi udara. “Ada warga yang menghubungi saya. Anaknya terkena ISPA dan masih dirawat di rumah sakit,” ujarnya.
Ronny menyebut anak tersebut telah menjalani perawatan selama empat hari.
Selain ISPA, beberapa warga mengaku didiagnosis bronkitis dan pneumonia.
“Yang terdeteksi oleh saya ada tiga kasus. Namun banyak warga mengeluhkan batuk dan tenggorokan tidak nyaman,” katanya.
Ronny juga melakukan pemantauan menggunakan drone. Dari hasil pemantauan, ia menemukan sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi pembakaran.
“Kalau dari pantauan langsung dan drone, ada sekitar 10 titik pelapak limbah kecil,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Sindang Jaya Galih Prakosa mengatakan sebagian besar lapak limbah telah berhenti beroperasi.
Menurut dia, saat ini hanya tersisa satu titik di Desa Sindang Jaya. Lokasi tersebut masih dalam proses penanganan pemerintah setempat. (*)








Leave a Reply