Penyakit Hipertensi dan Diabetes Banyak Ditemukan di Banten

Adi Subchan - 02 September 2026

CKG di Banten menemukan hipertensi dan diabetes menjadi penyakit yang banyak dialami masyarakat. Warga diminta rutin memeriksakan kesehatan. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)
CKG di Banten menemukan hipertensi dan diabetes menjadi penyakit yang banyak dialami masyarakat. Warga diminta rutin memeriksakan kesehatan. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

CKG di Banten menemukan hipertensi dan diabetes menjadi penyakit yang banyak dialami masyarakat. Warga diminta rutin memeriksakan kesehatan.

Aktual Tangerang – Gubernur Banten Andra Soni mengungkap hipertensi dan diabetes menjadi penyakit yang banyak ditemukan melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Temuan tersebut berdasarkan pelaksanaan CKG di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

Menurut Andra, hipertensi menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan dalam pemeriksaan kesehatan masyarakat.

Di sisi lain, diabetes juga menjadi salah satu penyakit yang cukup menonjol berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut.

“Dua hal ini adalah penyebab utama dari komplikasi,” kata Andra, saat ditemui di Kantor Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Senin (31/8/2026).

Andra menilai tingginya temuan hipertensi bukan menunjukkan adanya fenomena baru di tengah masyarakat.

Menurutnya, kondisi tersebut justru menunjukkan masyarakat Banten semakin terbuka memeriksakan kondisi kesehatannya.

Ia juga mengapresiasi peran bupati dan wali kota dalam mendukung pelaksanaan CKG.

Baca Juga :  25 Ribu Warga Kabupaten Tangerang Belum Punya e-KTP

Para kepala daerah dinilai aktif membantu pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis di wilayah masing-masing.

“Agregat aja, 6,4 juta warga. Yang tertinggi itu Tangerang Selatan (capaian CKG),” jelasnya.

Andra mengatakan pemeriksaan melalui CKG penting untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.

Terlebih, hipertensi dan diabetes sering tidak disadari penderitanya karena gejalanya tidak selalu terlihat langsung.

“Beragam ya, (jenis penyakit yang diketahui setelah CKG). Tapi ada dua yang menonjol yakni diabetes dengan hipertensi,” ungkapnya.

Andra menegaskan hipertensi dan diabetes dapat dikendalikan jika masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya.

Penanganan juga perlu dilakukan secara tepat setelah masyarakat mengetahui potensi atau diagnosis penyakit.

Masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan CKG.

“Silakan periksa di puskesmas atau RSUD yang ada di wilayahnya masing-masing,” pesan Andra.

Baca Juga :  Banyak Warga Tangsel Idap Hipertensi, Islam Punya Solusinya

Khusus Tangerang Selatan, masyarakat dapat memanfaatkan puluhan fasilitas kesehatan yang tersedia.

“Dan khusus di Kota Tangerang Selatan, telah tersedia 35 puskesmas dan tiga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Andra juga mengingatkan masyarakat tidak menunggu munculnya keluhan untuk memeriksakan kondisi kesehatan.

Politisi Gerindra tersebut mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Karena dengan pemeriksaan secara rutin, masyarakat kita harapkan dapat mengetahui potensi penyakit lebih awal,” katanya.

Dengan pemeriksaan lebih awal, tenaga kesehatan dapat segera melakukan penanganan dan mencegah komplikasi.

“Dengan begitu, para tenaga kesehatan dapat segera melakukan langkah penanganan dan mencegah terjadinya komplikasi,” pungkasnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini