Aksi warga perbaiki jalan rusak di Flyover Ciputat viral. Pemkot Tangsel sebut kewenangan ada di pemerintah pusat.
Aktual Tangerang – Aksi warga memperbaiki jalan rusak di Flyover Ciputat viral di media sosial. Peristiwa tersebut memicu perhatian publik terhadap kondisi infrastruktur di wilayah itu.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memastikan tidak tinggal diam menyikapi kejadian tersebut.
Pemkot Tangsel berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat.
Kepala Diskominfo Tangsel, Tb Asep Nurdin mengapresiasi tindakan warga. Ia menilai kepedulian masyarakat menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah.
“Terima kasih atas perhatian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur di lapangan,” ujar Asep.
Ia menyebut informasi dari warga membantu pemetaan kebutuhan pembangunan daerah.
“Masukan publik menjadi bahan evaluasi dalam menentukan prioritas perbaikan,” katanya.
Asep menegaskan keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama pemerintah. Namun, Pemkot Tangsel memiliki keterbatasan kewenangan dalam menangani lokasi tersebut.
Katanya, flyover Ciputat berstatus jalan nasional yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Penanganannya berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Perbaikan jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat sesuai regulasi,” jelasnya.
Ia menekankan hal ini penting untuk menghindari kesalahpahaman penggunaan anggaran daerah.
Meski terbatas, Pemkot Tangsel tetap melakukan langkah proaktif. Pemerintah daerah telah menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat. Selain itu, surat resmi juga telah dikirim untuk mendorong percepatan perbaikan.
Asep menyebut sejumlah titik kerusakan telah dilaporkan secara rinci. “Koordinasi sudah kami lakukan dan titik kerusakan sudah kami sampaikan,” ujarnya.
Namun, hingga kini perbaikan di lapangan belum terealisasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Mobilitas kendaraan yang tinggi dinilai meningkatkan risiko kecelakaan. Wali Kota Benyamin Davnie menginstruksikan upaya percepatan penanganan.
Pemkot diminta aktif melakukan jemput bola kepada pemerintah pusat. “Kami terus meminta kejelasan jadwal perbaikan agar tidak membahayakan warga,” kata Asep. (Robby Kurniawan)









Leave a Reply