Pembangunan GSG Pamulang mencapai 80 persen. Pemkot Tangsel menargetkan penyelesaian akhir 2025 dengan fasilitas serbaguna untuk masyarakat.
Aktual Tangerang – Pembangunan Gedung Serbaguna (GSG) Pamulang telah mencapai progres 80 persen. Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, meninjau langsung perkembangan pembangunan tersebut.
Selasa (9/12/2025), Pilar datang bersama Kepala DCKTR Tangsel, Ade Suprizal, serta Camat Pamulang, Mukroni.
Proyek pembangunan dimulai pada 15 Juli 2025 dan ditarget selesai akhir tahun ini.
Pilar menyebut GSG Pamulang dirancang sebagai fasilitas serbaguna bagi masyarakat.
“Gedung ini dapat dipakai untuk kegiatan sosial, keagamaan, dan olahraga,” ujar Pilar.
Ia menegaskan gedung tersebut mendukung aktivitas kelembagaan di wilayah kecamatan.
Pilar melaporkan progres fisik telah mendekati tahap akhir.
“Pengecoran lantai dua segera dilakukan sebelum masuk pekerjaan finishing,” katanya.
Ia juga memberi beberapa masukan teknis kepada kontraktor. “Kami minta pencahayaan alami dan sirkulasi udara dirancang lebih nyaman,” ucapnya.
Selain itu, Pilar meminta penambahan pendingin ruangan untuk kegiatan berpeserta banyak.
Meski begitu, ia menilai pekerjaan berjalan sesuai jadwal. “Kami harap pembangunan selesai sesuai target Desember 2025,” jelas Pilar.
Pilar memastikan evaluasi terhadap kontraktor berjalan rutin. “Jika terjadi keterlambatan, mekanisme sanksi sudah diatur,” katanya.
Lebih detail dijelaskannya, struktur utama gedung telah rampung. Saat ini pengerjaan fokus pada atap, dinding, dan penyelesaian akhir.
Material hebel digunakan agar proses pemasangan lebih cepat.
Pilar menyebut faktor cuaca menjadi kendala terbatas. “Sedikit keterlambatan material terjadi, tetapi proyek masih aman,” ujarnya.
Ia optimis penyelesaian dapat dilakukan tepat waktu. “Dengan sisa 20 hari, penyelesaian masih sangat memungkinkan,” tambahnya.
Setelah selesai, gedung akan memasuki masa pemeliharaan awal. Fasilitas ini diharapkan bermanfaat luas bagi masyarakat Pamulang.
“Masyarakat tak perlu lagi menyewa tempat dengan biaya tinggi,” kata Pilar.
Ia berharap gedung digunakan secara tertib dan bertanggung jawab. “Fasilitas ini harus dirawat agar memberi manfaat jangka panjang,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala DCKTR Tangsel, Ade Suprizal, menegaskan target penyelesaian tetap akhir tahun.
“Jika terlambat, akan ada denda dan mekanisme pengawasan tetap berjalan,” ujar Ade.
Ia menyebut kontraktor dapat mengajukan perpanjangan waktu. “Namun denda tetap dihitung berdasarkan hari keterlambatan,” tambahnya.
Ade menjelaskan desain GSG Pamulang terdiri dua lantai dan satu mezanin. Gedung dilengkapi ruang kantor, ruang jumantik, perpustakaan, gudang, dan tribun penonton.
“Fasilitas olahraga seperti tiga lapangan badminton juga tersedia,” jelasnya.
Kapasitas lantai satu mencapai 250 orang. Lantai dua dan mezanin mampu menampung hingga 550 orang.
Fasilitas tersebut disiapkan sebagai aula dan ruang olahraga kecamatan.
“Desain ini sesuai usulan masyarakat dan perangkat kecamatan,” tutup Ade.








Leave a Reply