Pelaku pembunuhan ibu tiri di Binong Curug, Kabupaten Tangerang, positif narkoba. Polisi ungkap kronologi dan penangkapan pelaku.
Aktual Tangerang – Polisi mengungkap pelaku pembunuhan di Binong, Curug, Kabupaten Tangerang, positif mengonsumsi narkotika.
Korban diketahui bernama Widyastuti, perempuan berusia 45 tahun.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, mengungkapkan hasil tes urine pelaku.
“Hasil tes menunjukkan tersangka positif metamfetamin, amfetamin, dan benzodiazepam,” ujar Wira, Sabtu (18/4/2026).
Temuan tersebut diperoleh setelah pelaku diamankan aparat kepolisian.
Kasus bermula dari laporan warga melalui layanan darurat 110. Laporan diterima pada Jumat (17/4) sekitar pukul 19.00 WIB.
“Warga melaporkan penemuan jenazah perempuan di Kelurahan Binong,” kata Wira.
Polisi segera mendatangi lokasi bersama jajaran Polsek Curug. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Korban ditemukan dalam kondisi berlumuran darah di rumah kontrakan. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSU Tangerang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Setelah olah TKP, kami memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti,” ujarnya.
Hasil penyelidikan mengarah pada anak tiri korban sebagai pelaku.
Pelaku sempat melarikan diri setelah kejadian. “Kami mengidentifikasi anak tiri korban sebagai terduga pelaku pembunuhan,” kata Wira.
Kurang dari 10 jam, pelaku berhasil ditangkap polisi. Pelaku ditangkap di wilayah Periuk, Kota Tangerang.
Saat ditangkap, pelaku membawa kendaraan dan barang milik korban. “Tersangka kini diamankan di Polres Tangsel untuk pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT setempat, Satiri, menjelaskan kronologi penemuan korban.
“Korban pertama ditemukan oleh suaminya sepulang kerja,” kata Satiri.
Peristiwa diketahui terjadi sekitar pukul 17.30 WIB.
Suami korban awalnya tidak curiga saat tiba di rumah. “Biasanya ada kopi, tapi saat itu tidak ada,” ujarnya.
Saat masuk rumah, suami korban terkejut melihat kondisi istrinya. Korban ditemukan sudah berlumuran darah di dalam rumah.
Suami korban kemudian meminta pertolongan kepada warga sekitar. Laporan diteruskan kepada pemilik kontrakan hingga Ketua RT.
“Saya mendapat laporan dan langsung menuju lokasi,” kata Satiri.
Begitu Satiri tiba, korban sudah tidak bernyawa. Ia melihat luka pada bagian kepala korban.
“Luka terlihat di bagian kepala, bahkan dari pintu sudah tampak,” ujarnya.
Ia meminta warga menjauh untuk menjaga kondisi TKP. “Saya minta warga tidak mendekat agar lokasi tetap steril,” katanya.
Polisi datang tidak lama setelah laporan diterima. Petugas memasang garis polisi sebelum olah TKP dilakukan.
Proses olah TKP berlangsung hingga sekitar pukul 21.00 WIB. “Tahapan selesai sekitar jam sembilan malam,” ujar Satiri.
Terkait pelaku, Satiri menyebut informasi masih berkembang saat itu. “Informasi awal mengarah ke anak tiri korban, namun masih didalami,” katanya.
Ia juga menyebut hubungan korban dan pelaku diduga kurang harmonis.
“Diduga kurang komunikasi, tetapi tidak pernah ada laporan sebelumnya,” tutup Satiri. ***








Leave a Reply