Aktual Tangerang – Dua gumuk pulau baru muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. PVMBG meminta masyarakat dan wisatawan tidak mendekati kedua pulau tersebut dalam radius 1 kilometer.
Permintaan tersebut disampaikan demi keselamatan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM Rita Susilawati mengatakan, temuan tersebut berdasarkan pemantauan citra satelit Sentinel.
Dua gumuk pulau itu berada di sektor barat laut dan tenggara tubuh Gunung Anak Krakatau.
“Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau dan wisatawan tidak diperbolehkan memasuki maupun melakukan aktivitas dalam radius 1 kilometer dari pulau baru yang berada di sektor barat laut dan tenggara,” kata Rita, Jumat (25/9/2026).
Berdasarkan analisis citra satelit, pulau di sisi barat laut berjarak sekitar 760 meter dari garis pantai gunung. Sementara itu, pulau baru di sisi tenggara berjarak sekitar 495 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau.
PVMBG menduga kemunculan kedua pulau tersebut berkaitan dengan aktivitas erupsi yang berlangsung sekitar 25 jam.
“Kemunculannya kedua pulau tersebut diduga berkaitan dengan erupsi menerus selama sekitar 25 jam,” ujar Rita.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni turut mengingatkan masyarakat, nelayan, dan wisatawan mematuhi rekomendasi PVMBG.
Imbauan tersebut disampaikan meski status Gunung Anak Krakatau telah turun dari Level III Siaga.
Status Gunung Anak Krakatau kini berada pada Level II Waspada.
Menurut Andra, penurunan status tersebut tidak berarti masyarakat bebas mendekati kawasan gunung api.
Ia menegaskan zona aman tetap harus dipatuhi untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
“Saat ini status Gunung Anak Krakatau sudah turun menjadi Level II atau Waspada. Namun masyarakat tetap tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilometer,” kata Andra di Kota Serang.
Andra juga meminta masyarakat, terutama di wilayah pesisir Banten, tetap tenang. Masyarakat diminta tidak mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.
Ia meminta masyarakat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan mengikuti arahan BPBD setempat.
“Saat terjadi erupsi, dalam radius-radius tertentu tidak diperkenankan, mohon untuk diikuti. Kita selalu menginformasikan kepada masyarakat,” ujar dia. (*)








Leave a Reply