Pameran Photovoice Komunitas Punk Tasawuf Underground di UIN Jakarta

Syahrul Munir - 15 September 2026

Pameran Fotografi
Komunitas fotografi Punk Tasawuf Underground (TU) gelar pameran fotografi di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Komunitas Punk Tasawuf Underground usung pameran fotografi mengusung tema mengubah stigma di UIN Jakarta, Selasa (15/9/2026). 

Aktual Tangerang – Santri Jalanan dan anak punk dari Tasawuf Underground (TU) pamer karya fotografi otentik di Gedung Student Center (SC) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (15/9/2026). Karya fotografi otentik ini merekam realitas sosial, keadilan ekologis, hingga infrastruktur kota di Jakarta dan Tangerang Selatan.

Pameran bertajuk “Mengubah Stigma, Menantang Algoritma” ini bertujuan menantang bias representasi media digital sekaligus mendobrak label negatif yang selama ini melekat pada komunitas anak jalanan.

“Foto-foto yang dipamerkan hari ini bukan sekadar mengejar estetika visual, melainkan media penyampaian pesan moral dan data kemanusiaan langsung dari warga aspal jalanan. Keresahan yang dipotret murni dari sudut pandang mereka, mulai kelalaian kabel semrawut, saluran air tersumbat, hingga sulitnya anak marjinal mengakses sekolah,” ujar Ketua Tim Peneliti, Dr. Ade Irfan Abdurahman, S.Kom.I., M.Si.

Kegiatan ini juga menggelar Pameran Photovoice dan Focus Group Discussion (FGD) Advokasi Kebijakan dari Tim Peneliti Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis) Tangerang bekerja sama dengan KMF Kala Citra UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam sesi guided tour pameran dan FGD, para fotografer jalanan membedah langsung cerita di balik foto karya mereka. Seperti bahaya infrastruktur & kelalaian vendor kabel yang semrawut serta trotoar rusak berlubang yang membahayakan pejalan kaki dan pedagang tunanetra.

Acara ini dihadiri langsung oleh pemangku kebijakan daerah, yakni Kadispora Kota Tangerang Selatan H. Mukroni dan Ahmad Assegaf yang mewakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Jakarta.

Baca Juga :  Konflik TKIP-SDIP Memanas, Rektor UIN Jakarta Dilaporkan ke Polisi

Kadispora Tangsel, H. Mukroni, menyampaikan rasa bangga atas kepedulian sosial dan karya seni komunitas TU.

“Anak-anak punk membuktikan bahwa mereka punya karya nyata dan perhatian tinggi terhadap lingkungan. Pemkot Tangsel siap memfasilitasi program pembinaan wirausaha, pelatihan keterampilan di Balai Latihan Kerja (BLK), hingga kolaborasi pengelolaan sampah berbasis Bank Sampah dan TPS3R,” tegas Mukroni.

Sementara itu, perwakilan Pemprov DKI Jakarta, Ahmad Assegaf, mengapresiasi proses spiritual tazkiyatun nufus (penyucian jiwa) yang dijalankan santri TU.

“Kami dari Dispora DKI Jakarta menyediakan program Pembinaan Aktivitas Pemuda dan Bantuan Wirausaha Pemula. Produk usaha sablon anak-anak TU akan kami bantu libatkan dalam booth acara Pemda. Terkait kendala pendaftaran sekolah anak, kami siap berkoordinasi langsung dengan Dinas Pendidikan agar hak pendidikan anak-anak ini terpenuhi,” pungkas Ahmad Assegaf.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan dokumen Policy Brief secara simbolis dari tim peneliti kepada perwakilan Pemprov Jakarta dan Pemkot Tangsel.

Dokumen rekomendasi kebijakan tersebut memuat 7 poin strategis mencakup layanan administrasi kependudukan jemput bola, pelibatan komunitas marginal dalam perumusan kebijakan kota, hingga fasilitasi transportasi inklusif gratis (JakLingko).

Baca Juga :  Pilar Larang Istri ASN Tangsel Flexing di Medsos

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini