BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan mengingatkan dampak El Nino terhadap pertanian, air bersih, dan kebakaran lahan pada 2026.
Aktual Tangerang – BBMKG Wilayah II mengingatkan masyarakat mewaspadai dampak El Nino pada musim kemarau 2026.
Fenomena tersebut berpotensi memengaruhi sektor pertanian dan ketersediaan air bersih.
Ketua Bidang Meteorologi dan Klimatologi BBMKG Wilayah II, Nely Ramah Kurniawati mengatakan, El Nino dapat menurunkan jumlah curah hujan.
Kondisi itu meningkatkan risiko kekeringan di berbagai wilayah.
“Risiko utamanya adalah gagal tanam atau gagal panen,” ujar Nely, Selasa (6/5/2026).
Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu sektor paling terdampak. Berkurangnya pasokan air irigasi dapat menghambat produktivitas pertanian masyarakat.
“Hal ini berdampak pada stok gabah nasional dan ketahanan pangan,” katanya.
Selain pertanian, El Nino juga memengaruhi ketersediaan sumber air bersih. Debit sungai diperkirakan menurun selama musim kemarau berlangsung.
Volume waduk dan muka air tanah juga berpotensi mengalami penyusutan. Situasi tersebut dapat memicu krisis air bersih di sejumlah daerah.
BMKG juga mengingatkan potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan. Cuaca yang lebih panas dan kering membuat vegetasi mudah terbakar.
Berkurangnya tutupan awan menyebabkan suhu udara terasa lebih terik. Radiasi matahari juga lebih banyak mencapai permukaan bumi.
Untuk mengantisipasi dampak El Nino, masyarakat diminta menghemat penggunaan air bersih.
Warga juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau.
Selain itu, masyarakat diminta aktif memantau informasi cuaca resmi dari BMKG.
BBMKG memastikan pembaruan informasi cuaca dilakukan secara berkala. Langkah itu dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi cuaca yang akurat. ***








Leave a Reply