Mengenal Cesium-137, Zat Radioaktif di Udang Cikande

Adi Subchan - 03 October 2025

Penyegelan Kawasan mengandung radioaktif Cesium-137 di Cikande, Serang. Pemerintah telah menetapkan wilayah Cikande sebagai daerah terpapar radiasi radionuklidal CS-137. (Foto: ANTARA)
Penyegelan Kawasan mengandung radioaktif Cesium-137 di Cikande, Serang. Pemerintah telah menetapkan wilayah Cikande sebagai daerah terpapar radiasi radionuklidal CS-137. (Foto: ANTARA)

Udang Cikande Masih Aman Dikonsumsi

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan udang beku yang terkontaminasi Cesium-137 (Cs-137) masih aman dikonsumsi.

Hasil uji laboratorium menunjukkan kandungan Cs-137 sangat rendah dan berada di bawah ambang batas konsumsi aman. Sebagian udang beku yang tengah dikirim ke Amerika Serikat (AS) terpaksa dikembalikan ke Indonesia. Kontainer yang kembali diperiksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan kadar Cs-137 jauh di bawah ambang baku.

“Ambang baku Indonesia 500 Bq/kg, Amerika Serikat 1.200. Yang kembali hanya sekitar 68 Bq/kg,” kata Zulkifli usai rapat koordinasi di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (1/10).

Zulkifli menegaskan udang yang kadarnya di bawah ambang batas aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Sebanyak 18 dari 26 kontainer udang beku dikembalikan karena mengandung Cs-137, namun dengan kadar sangat rendah. Jika ada yang melebihi ambang batas 500 Bq/kg, Zulkifli memastikan produk akan langsung dimusnahkan.

“Kalau di atas 500, kita musnahkan. Di bawah itu boleh dikonsumsi,” tegasnya.

Baca Juga :  Pilot Malaysia Selundupkan 26 Kg Ekstasi di Bandara Soekarno-Hatta

Staf Ahli Kemenko Pangan, Bara Krishna Hasibuan, menegaskan semua kontainer yang kembali dalam kondisi aman. Kontainer telah diserahkan kepada PT Bahari Makmur Sejahtera (BMS) selaku pemilik resmi produk.

“Kalau aman, kami serahkan ke BMS. Ekspor lagi atau tidak, itu hak mereka,” ujar Bara Krishna.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini