Lima kecamatan masuk kategori kerawanan tinggi pergerakan tanah atau longsor. Warga diminta waspada dan segera melapor jika muncul retakan tanah.
Aktual Tangerang – Lima kecamatan di Kabupaten Lebak masuk dalam kategori kerawanan tinggi terhadap bencana pergerakan tanah atau longsor. Hal itu diungkapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak.
Kelima kecamatan tersebut yakni Bojongmanik, Cibeber, Muncang, Sobang, dan Leuwidamar.
Sementara dari total 28 kecamatan di Lebak, 27 kecamatan tercatat rawan bencana pergerakan tanah. Hanya Kecamatan Rangkasbitung yang dinilai relatif aman.
“Kerawanan tertinggi berada di Kecamatan Bojongmanik, Cibeber, Muncang, Sobang, dan Leuwidamar,” ujar Kepala BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, Senin (22/9/2025).
Kata Febby, pergerakan tanah di wilayah Lebak bukan hal baru. Sejumlah kejadian tercatat sejak 2019, seperti di Kampung Jampang (Cimarga), Curugpanjang (Cikulur, 2022), dan Kecamatan Cihara (2024).
Terbaru, pergerakan tanah juga terjadi di Kampung Cipasung (Warunggunung) dan Kampung Sukadaya (Cikulur).
Baca juga:
-
374 Warga Kabupaten Tangerang Terifeksi HIV/AIDS, Termasuk 4 Balita
-
Cegah Tawuran Pelajar, Polsek Ciputat Timur Luncurkan Program CETAR
Menurutnya, kondisi geografis Lebak yang berbukit serta struktur tanah yang labil, ditambah curah hujan tinggi, menjadi pemicu utama bencana tersebut.
“Tren pergerakan tanah di Lebak terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi tanahnya memang rentan, mulai dari kategori menengah hingga tinggi,” jelas Febby.
Untuk mengantisipasi risiko bencana, BPBD Lebak terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan pemerintah desa. Warga diminta untuk segera melapor jika menemukan retakan tanah, tanda longsor, atau pergeseran di sekitar permukiman.
“Kami akan membuat peta kawasan rawan bencana (KRB) tahun depan, sebagai bagian dari mitigasi,” tambahnya.
Febby juga menyampaikan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan Badan Geologi Nasional untuk penanganan lebih lanjut, khususnya di wilayah-wilayah yang tren pergerakan tanahnya meningkat seperti Cimarga hingga Cikulur Raya.
“Kita butuh langkah bersama, karena potensi bencana ini nyata dan terus berkembang,” pungkasnya.








Leave a Reply