Musim kemarau ekstrem memicu krisis air bersih di lima kecamatan Kabupaten Tangerang. BPBD menyalurkan bantuan dan menyiagakan personel selama 24 jam.
Aktual Tangerang – Musim kemarau ekstrem mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang, Banten. Lima kecamatan dilaporkan terdampak kekeringan hingga kesulitan memperoleh pasokan air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat wilayah terdampak meliputi Curug, Panongan, Legok, Jambe, dan Tigaraksa.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan dampak kekeringan belum terjadi secara merata di seluruh desa dan kelurahan.
“Saat ini baru lima kecamatan. Tapi tidak seluruh desa/kelurahan dari lima kecamatan itu mengalami krisis air bersih,” kata Taufik kepada wartawan, Kamis (23/7/2026).
Menurut Taufik, lima kecamatan tersebut sebelumnya telah masuk dalam peta kawasan rawan kekeringan yang disusun BPBD.
Hasil kajian kebencanaan menunjukkan sekitar 20 kecamatan di Kabupaten Tangerang berpotensi mengalami kekeringan selama puncak musim kemarau.
“Dari hasil kajian memang potensi-potensi itu sudah dibuat. Kejadian yang terjadi di Kabupaten Tangerang adalah bencana kebanjiran, bencana puting beliung, termasuk di dalamnya adalah kekeringan. Kurang lebih sekitar 20 kecamatan mengalami rawan kekeringan,” ujarnya.
BPBD mulai menyalurkan bantuan air bersih seiring meningkatnya dampak kekeringan di sejumlah wilayah.
Distribusi dilakukan berdasarkan permohonan resmi dari pemerintah desa maupun kelurahan. Langkah itu dilakukan agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
Selain mendistribusikan air bersih, BPBD berkoordinasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Koordinasi juga dilakukan bersama Perumda Air Minum Tirta Kerta Raharja (TKR).
Kerja sama tersebut bertujuan mengantisipasi meluasnya krisis air bersih selama musim kemarau.
“Kita antisipasi sambil berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait. Contohnya dengan Perumdam agar nanti bisa bantu menyiapkan air bersih sebagai bantuannya,” jelas Taufik.
BPBD juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.
Personel dan armada disiagakan di 14 pos pemadam kebakaran yang beroperasi bergantian selama 24 jam.
Taufik mengatakan Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) juga bersiaga penuh menerima laporan kedaruratan.
“Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) siaga penuh menerima laporan darurat 24 jam, baik dari pos lapangan maupun laporan langsung dari masyarakat,” katanya. (*)








Leave a Reply