Banjir akibat luapan sungai memaksa warga Desa Cirumpak, Kronjo, mengungsi di tenda darurat dengan kondisi terbatas.
Aktual Tangerang – Banjir melanda Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, sejak Kamis (22/1/2026).
Banjir tersebut memaksa puluhan warga mengungsi di bahu jalan desa.
Bencana itu disebabkan luapan Sungai Cimanceri dan Sungai Pasilian. Ketinggian air di lokasi berkisar antara 50 hingga 80 sentimeter.
Berdasarkan pantauan Senin (26/1/2026) malam, tenda pengungsian berjajar di sepanjang jalan desa. Tenda didirikan secara mandiri oleh warga dan dibantu BNPB serta Kemensos.
Satu tenda berukuran lima kali tiga meter dihuni lima kepala keluarga. Para pengungsi tidur berdesakan tanpa alas dan selimut memadai.
Meski tidak nyaman, warga tetap menjalani aktivitas harian di dalam tenda. Aktivitas tersebut seperti memasak, mencuci pakaian, hingga menyantap makanan.
Di tengah keterbatasan, warga saling menguatkan dengan canda sederhana. Salah satu pengungsi, Mardiah, mengaku telah lima hari tinggal di tenda. Ia bersama sekitar 20 warga lainnya berbagi ruang tidur sempit.
Menurut Mardiah, perempuan tidur di dalam tenda, sementara laki-laki di luar.
“Tidur seadanya, perempuan di dalam, laki-laki di luar,” ujar Mardiah.
Ia mengatakan tenda kerap bocor saat hujan turun. “Kalau hujan, pakaian dan peralatan masak pasti basah semua,” katanya.
Selain itu, hawa dingin dan nyamuk mengganggu waktu istirahat pengungsi.
“Tidur tidak nyenyak karena dingin dan banyak nyamuk,” ucapnya.
Mardiah berharap adanya bantuan bahan pokok dan perlengkapan tidur. “Kami butuh makanan, alas tidur, selimut, pakaian, dan obat-obatan,” ungkapnya.
Ia menyebut sebagian warga mulai mengalami gatal pada bagian kaki. ***








Leave a Reply