Kriteria Siswa di Tangsel yang Dapat Seragam Sekolah Gratis

Adi Subchan - 02 July 2026

Pemkot Tangsel mulai membagikan seragam gratis bagi siswa SD dan SMP negeri. Keluarga desil 1 dan desil 2 menjadi prioritas penerima. (Foto: Chatgpt/Aktual Tangerang/Ilustrasi)
Pemkot Tangsel mulai membagikan seragam gratis bagi siswa SD dan SMP negeri. Keluarga desil 1 dan desil 2 menjadi prioritas penerima. (Foto: Chatgpt/Aktual Tangerang/Ilustrasi)

Pemkot Tangerang Selatan memastikan program seragam sekolah gratis 2026 tetap berjalan. Bantuan diprioritaskan bagi siswa baru dari keluarga desil 1 dan 2.

Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan program seragam sekolah gratis tetap berlanjut pada 2026.

Program tersebut diprioritaskan bagi siswa baru dari keluarga desil 1 dan desil 2. Penerima dapat diperluas apabila anggaran masih mencukupi.

Mekanisme pelaksanaan program masih disusun pemerintah. Pembahasan dilakukan setelah proses penerimaan murid baru selesai. Langkah ini dilakukan agar jumlah penerima dapat dihitung secara akurat.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, memastikan anggaran program telah tersedia. Namun, pemerintah masih menyusun mekanisme pengadaan dan distribusi seragam.

“Di tahun ini kita sudah alokasikan anggarannya. Hanya nanti mekanismenya secara teknis, apakah misalnya penyiapannya seperti apa, nanti distribusinya ke masing-masing sekolah,” kata Benyamin, Rabu (1/7/2026).

“Kita akan mengetahui berapa jumlahnya setelah penerimaan murid baru ini selesai,” ujar sambungnya.

Baca Juga :  Sekolah Negeri Tangsel Krisis Guru, Karyawan TU Dipaksa Mengajar

Benyamin menegaskan seragam gratis belum diberikan kepada seluruh siswa baru. Pemerintah lebih dahulu memprioritaskan keluarga kurang mampu.

Kelompok sasaran berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2.

Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan yang digunakan Kementerian Sosial untuk penyaluran bantuan sosial.

Desil 1 mencakup 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah. Sedangkan, desil 2 mencakup kelompok masyarakat pada lapisan 11 hingga 20 persen terbawah.

“Kita dahulukan tentunya masyarakat yang masuk kategori desil 1, desil 2. Kalau nanti masih mencukupi kita meluas lagi ke yang lain,” pungkasnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini