Krisis Air Bersih, Warga Karang Tengah Minum Air Berbau Busuk

Adi Subchan - 18 September 2026

Krisis air bersih lima bulan melanda Karang Tengah, Tangerang. Warga terpaksa menggunakan air Sungai Cimanceuri untuk kebutuhan sehari-hari. (Foto: Metrotvnews.com)
Krisis air bersih lima bulan melanda Karang Tengah, Tangerang. Warga terpaksa menggunakan air Sungai Cimanceuri untuk kebutuhan sehari-hari. (Foto: Metrotvnews.com)

Krisis air bersih lima bulan melanda Karang Tengah, Tangerang. Warga terpaksa menggunakan air Sungai Cimanceuri untuk kebutuhan sehari-hari.

Aktual Tangerang – Krisis air bersih selama lima bulan memaksa warga Desa Karang Tengah, Kabupaten Tangerang, menggunakan air Sungai Cimanceuri.

Air sungai tersebut terlihat keruh, berbau, dan berwarna hijau. Warga bahkan menggunakannya untuk memasak dan minum.

Salah seorang warga, Reri, mengatakan tidak ada sumber air bersih lain yang dapat digunakan.

“Sudah lima bulan kami kekeringan. Warga terpaksa menggunakan air sungai karena air sumur sudah enggak ada, bantuan dari pemerintah juga enggak ada,” ujar Reri, Jumat, 18 September 2026.

Menurut Reri, air Sungai Cimanceuri digunakan warga untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Penggunaannya meliputi mandi, mencuci, memasak, hingga minum.

Warga menyadari kondisi air sungai tersebut berisiko terhadap kesehatan. Namun, mereka tetap menggunakannya karena tidak memiliki pilihan lain.

“Airnya kotor dan bau. Jadi kita endapkan dulu selama tiga hari sampai bening. Setelah itu baru dimasak,” kata Reri.

Baca Juga :  Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi MBG

Penggunaan air sungai juga menimbulkan keluhan kesehatan pada sebagian warga. Reri mengatakan sejumlah warga mengalami gatal-gatal setelah menggunakan air tersebut.

“Gatal-gatal itu sudah pasti, namanya juga air begini, tapi mau bagaiimana lagi ya harus kita penuhi untuk kebutuhan sehari-hari,” tutur Reri.

Reri berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang segera menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah mereka.

Menurutnya, bantuan tersebut diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama musim kemarau.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan bantuan air bersih rutin disalurkan. Bantuan tersebut diberikan kepada sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan di Kabupaten Tangerang.

Taufik juga meminta perangkat desa hingga RT aktif melaporkan warga yang membutuhkan bantuan air bersih.

“Ini sudah bukan rencana lagi, setiap hari kami dari BPBD, PDAM, PMI dan lain-lain, setiap hari mengirim air bersih. Untuk Kades atau Lurah agar terus memonitor wilayahnya apabila ada yang membutuhkan air bersih tinggal hubungi Pusdalops BPBD Kabupaten Tangerang dengan Call Center 112,” ungkap Taufik.

Baca Juga :  TPA Jatiwaringin Sudah Padam, Status Darurat Masih Berlaku

Di Desa Karang Tengah, sejumlah warga terlihat mengambil air Sungai Cimanceuri menggunakan jeriken. Warga lainnya memanfaatkan aliran sungai untuk mandi dan mencuci pakaian.

Aliran sungai juga digunakan untuk membersihkan berbagai peralatan rumah tangga.

Kondisi Sungai Cimanceuri yang menjadi sumber air warga terlihat keruh dan berbau. Sejumlah sampah juga tampak menggenang di beberapa bagian aliran sungai. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini