Krisis Air Bersih Tangsel Meluas, 2.042 Warga Terdampak Kekeringan

Adi Subchan - 27 August 2026

FOTO: Chatgpt/Aktual Tangerang.Ilustrasi
FOTO: Chatgpt/Aktual Tangerang.Ilustrasi

Krisis air bersih di Tangsel meluas. BPBD mencatat 19 titik kekeringan berdampak pada 2.042 warga hingga 26 Agustus 2026.

Aktual Tangerang – Krisis air bersih akibat kemarau panjang semakin meluas di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

BPBD Kota Tangsel mencatat 19 titik mengalami kekeringan ekstrem sepanjang 8 Juli hingga 26 Agustus 2026.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap 421 kepala keluarga atau 2.042 jiwa di sejumlah wilayah.

Penata Layanan Operasional Danton BPBD Kota Tangsel Dian Wiryawan mengatakan, mayoritas titik kekeringan berada di Kecamatan Setu.

“Update laporan rekapitulasi penanganan bencana kekeringan di Kota Tangsel periode 8 Juli 2026 sampai 25 Agustus 2026, jumlah titik kekeringan ada 19 titik,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Rabu (26/8).

Dari total tersebut, 15 titik berada di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Kemudian, dua titik lainnya berada di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu. Lokasi tersebut berada di UPTD SDN 02 Kademangan dan RT 006/002.

Baca Juga :  Kekeringan di Tangsel Meluas, 222 KK Butuh Air Bersih

Sementara itu, satu titik kekeringan berada di Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu. Satu titik lainnya berada di Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong.

”Akibat kondisi tersebut, BPBD mencatat sebanyak 421 kepala keluarga atau 2.042 jiwa terdampak kekeringan,” tambahnya.

BPBD Tangsel Distribusikan 576.550 Liter Air

BPBD Kota Tangsel bersama sejumlah pihak terus mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak.

Hingga 26 Agustus 2026, volume air bersih yang telah disalurkan mencapai sekitar 576.550 liter.

Sekretaris BPBD Kota Tangsel Essa Nugraha mengatakan distribusi air dilakukan secara rutin.

Penyaluran menyesuaikan laporan dan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.

“Dalam sehari kami rata-rata mengirimkan air ke enam titik dengan volume sekitar 20 ribu hingga 30 ribu liter, menyesuaikan permintaan dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Kasus ISPA di Tangsel Melonjak, Warga Diminta Waspada

Selain menggunakan armada tangki, BPBD juga menempatkan toren di sejumlah lokasi.

Toren tersebut disiapkan sebagai cadangan air bagi masyarakat di wilayah terdampak. Sekitar 135 toren telah ditempatkan berdasarkan pemetaan titik kekeringan.

“Toren ini punya kapasitas sekitar 2.000 liter dan ditempatkan berdasarkan kajian analisis risiko bencana serta kondisi di lapangan,” tutupnya.

Dengan masih berlangsungnya musim kemarau, BPBD Tangsel memastikan distribusi air tetap dilakukan.

Penyaluran akan menyesuaikan kondisi lapangan dan laporan kebutuhan masyarakat. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini