Klarifikasi Serpong Jaya Soal Isu Banjir, Sebut Tak Akurat

Adi Subchan - 18 April 2026

BMKG memperingatkan potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Banten sepanjang Juni 2026 akibat fenomena Super New Moon dan Bulan Purnama. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)
BMKG memperingatkan potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Banten sepanjang Juni 2026 akibat fenomena Super New Moon dan Bulan Purnama. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

Pengelola Serpong Jaya membantah isu banjir pada 4 April 2026 dan menegaskan genangan hanya akibat faktor alam sementara.

Aktual Tangerang – Perumahan Serpong Jaya, Tangerang Selatan, mengklarifikasi soal pemberitaan banjir pada 4 April 2026 yang nilai tidak akurat.

Pengelola Perumahan Serpong Jaya menyebut kondisi tersebut tidak sesuai fakta di lapangan.

Manager Unit Serpong Jaya, Suhardiman, menjelaskan bahwa genangan air baru terjadi tahun ini.

“Tahun-tahun sebelumnya, sejak dibangun pada 2013, tidak pernah terdampak banjir,” kata Suhardiman secara tertulis kepada Aktual Tangerang, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, kejadian banjir kemarin dipicu faktor force majeure berupa pohon tumbang dan turap roboh. Kondisi tersebut menghambat aliran air di sungai sekitar perumahan.

“Tapi genangan masih dalam batas wajar, sekitar 10 sentimeter dari permukaan jalan,” jelasnya.

Suhardiman memastikan genangan tidak sampai memasuki area permukiman warga. Suhardiman juga menyayangkan pemberitaan yang dinilai tidak berimbang.

Ia menyebut tidak ada konfirmasi dari pihak media sebelum berita diterbitkan. “Pemberitaan tidak akurat berdampak negatif terhadap kepercayaan publik kepada kami,” ujar Suhardiman.

Baca Juga :  Pemkot Tangsel Siapkan Normalisasi Sungai Atasi Banjir Setu

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengatakan banjir meluas di 17 titik permukiman warga.

Ketinggian air bervariasi, mulai 25 hingga 95 sentimeter di sejumlah wilayah. Sebanyak 60 kepala keluarga (KK) di sekitar Tandon Ciater turut terdampak banjir.

Komandan Peleton Satgas BPBD Tangsel, Dian Wiryawan, menyebut hujan deras sebagai pemicu utama. “Intensitas hujan tinggi menyebabkan aliran Kali Ciater-Tandon meluap,” ujar Dian, Minggu (5/4/2026).

Dian menilai buruknya drainase memperparah kondisi genangan di sejumlah titik. “Saluran air tidak optimal sehingga genangan bertahan lebih lama,” kata dia.

Selain banjir, BPBD mencatat adanya tanah longsor di 10 titik lokasi. “Bencana tidak hanya banjir, tetapi juga longsor di beberapa wilayah,” ujar Dian.

Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, melaporkan banjir di Kelurahan Cipayung. Ketinggian air di wilayah itu mencapai sekitar 30 sentimeter.

Genangan muncul setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada sore hari. “Air meluap dari kali di sekitar permukiman warga,” kata Bambang.

Banjir juga terjadi di Perumahan Pondok Payung Mas dan Jalan Ki Hajar Dewantoro. Luapan Kali Sasak Menteri menjadi penyebab utama genangan di lokasi tersebut. ***

Baca Juga :  Pasca Lebaran, Tangerang Kebanjiran Pendatang

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini