Kisruh Masalah Sampah, Anggaran Jumbo DLH Tangsel Disorot

Adi Subchan - 05 January 2026

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (BEM UMJ) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Tangsel, Ciputat, Jumat (26/12/2025) terkait penanganan sampah. (Foto: Dok BEM UMJ)
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (BEM UMJ) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Tangsel, Ciputat, Jumat (26/12/2025) terkait penanganan sampah. (Foto: Dok BEM UMJ)

DLH Tangsel mengalokasikan Rp22,3 miliar untuk kebersihan pada 2025, tapi pengelolaan sampah di lapangan belum optimal.

Aktual Tangerang – Besarnya anggaran pengadaan barang Bidang Kebersihan Dinas Lingkung Hidup (DLH) Tangsel sepanjang 2025 menjadi sorotan publik.

Total anggaran mencapai lebih dari Rp22,3 miliar, namun belum berdampak signifikan pada persoalan sampah di kota itu.

Berdasarkan penelusuran, terdapat sedikitnya 1.007 paket pengadaan barang di bidang kebersihan DLH Tangsel.

Data laman resmi pengadaan Inaproc menunjukkan pengadaan meliputi berbagai item, termasuk tutup lubang biopori Rp175,9 juta.

Ember maggot untuk kecamatan dan kelurahan senilai Rp28 juta juga masuk dalam anggaran pengadaan. Pengadaan kendaraan bermotor roda tiga untuk kebersihan mencapai Rp2,1 miliar.

Selain itu, terdapat belanja barang yang diserahkan ke masyarakat, misalnya bak motor roda tiga Rp180 juta.

Lainnya yakni, spanduk bank sampah senilai Rp40,2 juta dan pengadaan karung bekas masing-masing Rp99,9 juta dan Rp72 juta turut dianggarkan.

Baca Juga :  Tangsel Mulai Kirim Sampah ke TPAS Cilowong

DLH Tangsel juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan operasional rumah kompos. Pembangunan Rumah Kompos di Kelurahan Parigi, Pondok Aren, menelan biaya Rp397 juta.

Sedangkan, belanja mesin proses rumah kompos mencapai Rp379,3 juta, dan mesin pencacah sampah Rp179,9 juta.

Sementara itu, pengadaan peralatan pendukung seperti chainsaw Rp41,9 juta, tangga Rp23,9 juta, dan kacamata keselamatan Rp10,5 juta juga tercatat.

Namun, besarnya anggaran itu belum sebanding dengan kondisi pengelolaan sampah di lapangan.

Tumpukan sampah sempat terlihat di sejumlah titik, hingga Wali Kota Benyamin Davnie menetapkan status tanggap darurat.

Saat dikonfirmasi, Kepala DLH Tangsel Bani Khosyatulloh mengaku tidak mengetahui secara detail belanja bidang kebersihan.

“Datanya enggak tahu persis. Yang tahu persis nanti JF-nya (kepala bidang),” kata Bani.

Baca Juga :  Tandon Ciater Serpong Makan Korban Lagi

Meski begitu, Bani mengakui bahwa pelaksanaan program di bidang kebersihan sepanjang 2025 belum berjalan optimal.

“Yang 2025 yang jelas belum optimal,” ujarnya singkat.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini