BGN Kota Serang mengakui aduan roti kedaluwarsa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 20. Menu langsung diganti oleh SPPG.
Aktual Tangerang – Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Serang menerima aduan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa roti kedaluwarsa.
Menu tersebut dibagikan kepada siswa di SDN 20 Kota Serang pada Kamis (5/3/2026).
Koordinator Wilayah BGN Kota Serang, Nuni Pratiwi, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan aduan diterima setelah pihak sekolah menemukan menu tidak layak konsumsi.
Menurutnya, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segera mengganti menu setelah laporan diterima.
“Penjelasan dari Kepala SPPG, aduan itu benar terjadi dan langsung diganti,” kata Nuni.
Ia menjelaskan penggantian dilakukan setelah penanggung jawab sekolah menghubungi Kepala SPPG.
“Menu langsung diganti ketika PIC sekolah menghubungi Kepala SPPG,” ujarnya.
Nuni menegaskan kejadian itu menjadi evaluasi bagi pelaksanaan program MBG di wilayahnya. “Kami akan memberikan kompensasi jika ditemukan menu yang tidak sesuai,” katanya.
Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan kualitas makanan yang diterima anaknya. Mereka menilai beberapa menu MBG sudah tidak layak dikonsumsi.
Seorang orang tua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan kejadian tersebut terjadi dua kali. Ia mengaku anaknya pernah menerima roti kedaluwarsa pada pekan lalu.
Menurutnya, tanggal kedaluwarsa roti tersebut telah terlewat. “Kejadiannya sudah dua kali,” katanya. “Pekan lalu anak saya mendapat roti dengan tanggal kedaluwarsa 2 Februari 2025,” ujarnya.
Ia juga menyebut kejadian serupa kembali terjadi pada Kamis, 5 Maret 2026. Menurutnya, kondisi roti yang diterima kali ini bahkan sudah berjamur. “Hari ini lebih parah, rotinya sudah berjamur,” katanya.
Selain roti, ia juga menemukan buah dalam menu MBG yang tidak segar. Beberapa buah terlihat layu saat diterima siswa.
Keluhan tersebut telah disampaikan kepada pihak guru di sekolah. Namun, pihak sekolah menyatakan akan meneruskan laporan kepada pengelola SPPG.
“Kami sudah menyampaikan ke guru. Katanya akan diteruskan ke pihak SPPG,” ujarnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, kualitas makanan sangat berkaitan dengan kesehatan anak-anak. ***








Leave a Reply