Kasus DBD Melonjak di Serang, Warga Resah

Adi Subchan - 08 January 2026

Kasus DBD di Serang, Banten, meningkat. Warga keluhkan minimnya penanganan dan berharap tindakan cepat pemerintah. (Foto: Ist/Ilustrasi)
Kasus DBD di Serang, Banten, meningkat. Warga keluhkan minimnya penanganan dan berharap tindakan cepat pemerintah. (Foto: Ist/Ilustrasi)

Kasus DBD di Serang, Banten, meningkat. Warga keluhkan minimnya penanganan dan berharap tindakan cepat pemerintah.

Aktual Tangerang – Warga Kelurahan Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, khawatir dengan lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kasus DBD meningkat dalam dua pekan terakhir dan menyerang hampir 10 warga dari berbagai kelompok usia. Sebagian korban harus menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Kota Serang.

Kasus DBD terjadi diduga dipicu curah hujan tinggi beberapa minggu terakhir. Lingkungan lembap dinilai mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab utama DBD.

Salah satu warga, Iroh, menyebut banyak korban awalnya mengira gejala hanya demam biasa.

“Awalnya kami kira demam biasa, tetapi panasnya tidak turun selama tiga hari,” kata Iroh, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, kondisi korban justru semakin parah sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit. “Setelah diperiksa dokter, barulah diketahui positif Demam Berdarah Dengue,” ujarnya.

Baca Juga :  Status Darurat Sampah Tangsel Diperpanjang hingga 21 Januari

Saat ini, beberapa warga masih menjalani perawatan, sementara lainnya telah dipulangkan untuk pemulihan. Meski demikian, kekhawatiran warga belum mereda karena potensi penularan dinilai masih tinggi.

Warga mengaku kecewa terhadap respons pemerintah setempat dalam menangani lonjakan kasus DBD.

Iroh menyebut laporan telah disampaikan ke puskesmas, namun penanganan dinilai belum maksimal. “Petugas hanya membagikan bubuk abate untuk tempat penampungan air,” ungkapnya.

Hingga kini, warga belum melihat tindakan lanjutan seperti fogging atau pemeriksaan jentik secara menyeluruh.

“Korban sudah hampir 10 orang, tetapi belum ada fogging di lingkungan kami,” tegas Iroh.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata sebelum jumlah penderita terus bertambah.

Wilayah tersebut dikenal rawan DBD saat musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi.

Baca Juga :  Revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung Habiskan Rp4,9 Miliar

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang belum memberikan keterangan resmi.

Puskesmas setempat juga belum menyampaikan penjelasan terkait penanganan kasus DBD di wilayah tersebut.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini