Jalan Rusak di Cipondoh Dikeluhkan, Pengendara Minta Segera Diperbaiki

Adi Subchan - 03 July 2026

Kondisi jalan berlubang di Bulak Kinung, Kavling DPR Blok A, Cipondoh, Kota Tangerang dikeluhkan pengendara karena membahayakan keselamatan dan menyebabkan kendaraan cepat rusak. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)
Kondisi jalan berlubang di Bulak Kinung, Kavling DPR Blok A, Cipondoh, Kota Tangerang dikeluhkan pengendara karena membahayakan keselamatan dan menyebabkan kendaraan cepat rusak. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

Jalan berlubang di Bulak Kinung, Cipondoh, Kota Tangerang dikeluhkan ojol, kurir, dan warga karena memicu kecelakaan serta merusak kendaraan.

Aktual Tangerang – Kerusakan jalan di Bulak Kinung, Kavling DPR Blok A, Cipondoh, dikeluhkan pengendara dan pelaku usaha.

Jalan bergelombang dan berlubang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan setiap hari.

Kerusakan juga menyebabkan kendaraan cepat rusak dan mengancam keamanan barang bawaan.

Pengemudi ojek online, Eben (32), mengaku rutin melintasi ruas tersebut untuk mengantar pesanan dari kawasan pergudangan.

“Sejak dulu kondisinya begini. Kalau hujan, lubang tertutup genangan air,” ujar Eben, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, permukaan jalan yang bergelombang meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara sepeda motor.

“Jalannya bergelombang. Pengendara bisa jatuh. Motor juga cepat rusak,” katanya.

Baca Juga :  Proyek PSEL Mandiri Tangsel Kekurangan Lahan 2,5 Hektare

Ia menilai kondisi semakin berbahaya saat musim hujan karena lubang tidak terlihat akibat genangan. “Kalau hujan, lubangnya tertutup air. Pengendara bisa terperosok dan mengalami kecelakaan,” ucap Eben.

Keluhan serupa disampaikan kurir barang, Ilham (32), yang setiap hari mengirim barang berbobot berat.

“Jalannya harus segera diperbaiki. Lubangnya dalam dan membahayakan,” kata Ilham.

Ia mengaku motornya kerap kehilangan keseimbangan saat membawa muatan berat. “Motor terasa bergoyang. Saya takut jatuh karena membawa barang berat,” ujarnya.

Ilham mengungkapkan dirinya pernah terjatuh akibat permukaan jalan yang tidak rata.

Pengantar galon, Muhaimin (21), juga mengeluhkan kondisi jalan tersebut.

Selama dua tahun bekerja, ia mengaku berkali-kali terjatuh saat melintasi ruas itu. “Saya sudah lebih dari lima kali jatuh di sini,” katanya.

Menurut Muhaimin, genangan air saat hujan menutupi lubang sehingga sulit dikenali. “Saya kira enggak dalam. Ternyata ada lubang, saya langsung jatuh,” ujarnya.

Insiden tersebut membuat galon yang diangkutnya beberapa kali pecah.

“Galonnya pernah pecah. Saya harus mengganti kerugiannya sendiri,” kata Muhaimin.

Sepeda motor yang digunakannya juga sering mengalami kerusakan. “Kadang bannya bocor, kadang mesin mati mendadak,” tuturnya.

Kerusakan jalan turut dikeluhkan pelaku usaha di sekitar lokasi. Pemilik warung nasi uduk, Puput (40), mengatakan jalan rusak sudah berlangsung sekitar lima tahun.

“Sudah lama rusaknya. Sekitar lima tahun terakhir,” ujar Puput.

Ia menyebut titik kerusakan terparah berada di depan salah satu kluster perumahan. Saat hujan deras, kawasan tersebut kerap tergenang hingga kendaraan sulit melintas.

“Sering ada pengendara terguling saat banjir karena jalannya ambles,” katanya.

Pada musim kemarau, debu dari kendaraan berat mengganggu aktivitas usahanya. “Kalau kering, debunya banyak. Makanan harus selalu ditutup,” ujar Puput.

Petugas keamanan lingkungan, Robi (52), membenarkan kondisi jalan tersebut telah lama rusak. Ia menjelaskan jalan itu bukan aset pemerintah daerah.

Menurut Robi, jalan tersebut merupakan hasil swadaya forum pergudangan. “Jalan ini dibangun swadaya pergudangan. Jalan pemerintah hanya sampai depan perumahan,” jelas Robi.

Ia mengatakan kerusakan dipicu tingginya aktivitas kendaraan berat menuju kawasan industri.

“Kontainer dan kendaraan besar setiap hari melewati jalan ini,” katanya.

Baca Juga :  Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, 50 Warga Mengungsi

Robi menyebut genangan air biasanya surut dalam waktu sekitar 15 menit. “Air cepat surut karena salurannya cukup baik,” ujarnya.

Ia mengaku belum pernah menyaksikan kecelakaan fatal di lokasi tersebut. “Biasanya hanya motor terpeleset atau oleng,” kata Robi.

Meski bukan aset pemerintah, Robi berharap kondisi jalan segera dibenahi.

“Kalau jalannya bagus, aktivitas warga dan pengendara pasti lebih nyaman,” pungkasnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini