Indonesia-Australia Bersatu Lawan Kejahatan di Laut Arafura

Adi Subchan - 03 October 2025

Otoritas maritim Australia dan Indonesia sukses menggelar Operasi Jawline Arafura di Laut Arafura. Operasi ini berlangsung pada 20–25 September 2025 dengan fokus pada pengawasan aktivitas maritim ilegal. (Foto: Istimewa)
Otoritas maritim Australia dan Indonesia sukses menggelar Operasi Jawline Arafura di Laut Arafura. Operasi ini berlangsung pada 20–25 September 2025 dengan fokus pada pengawasan aktivitas maritim ilegal. (Foto: Istimewa)

Australia dan Indonesia menggelar Operasi Jawline Arafura, patroli gabungan cegah penangkapan ikan ilegal di Laut Arafura.

Aktual Tangerang – Otoritas maritim Australia dan Indonesia sukses menggelar Operasi Jawline Arafura di Laut Arafura. Operasi ini berlangsung pada 20–25 September 2025 dengan fokus pada pengawasan aktivitas maritim ilegal.

Sebanyak enam kapal dikerahkan untuk memperkuat pengamanan perbatasan laut kedua negara. Operasi gabungan ini menargetkan penangkapan ikan ilegal dan kejahatan lintas batas.

Patroli dipimpin oleh ABF, AFMA, dan Ditjen PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia. Tujuan operasi adalah mencegah, mendeteksi, dan merespons aktivitas maritim ilegal secara terkoordinasi.

Rear Admiral Brett Sonter dari ABF menyebut kerja sama ini sebagai bentuk persahabatan strategis.

“Indonesia dan Australia bersatu melawan kejahatan laut, termasuk penangkapan ikan ilegal,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keamanan laut perbatasan bersama. “Operasi ini menunjukkan sinergi nyata kedua negara dalam menghadapi ancaman maritim,” lanjutnya.

Baca Juga :  Apartemen di Tangerang Jadi Markas Sindikat Judi Online Internasional
Otoritas maritim Australia dan Indonesia sukses menggelar Operasi Jawline Arafura di Laut Arafura. Operasi ini berlangsung pada 20–25 September 2025 dengan fokus pada pengawasan aktivitas maritim ilegal.

Ia menambahkan, bahwa keamanan perbatasan adalah prioritas utama bagi Australia.

Pung Nugroho Saksono dari PSDKP menegaskan komitmen kerja sama berkelanjutan dengan Australia.

“Kami ingin memastikan praktik perikanan bertanggung jawab dan bebas aktivitas ilegal,” katanya.

Justin Bathurst dari AFMA menyampaikan apresiasi terhadap sinergi dengan mitra Indonesia. “Kami terus berkoordinasi untuk mencegah penangkapan ikan ilegal dari kedua sisi perbatasan,” katanya.

Aset operasi yang digunakan meliputi kapal patroli, pesawat pengintai, dan petugas lintas negara. ABF mengerahkan kapal Cape St George dan pesawat Dash 8 untuk patroli udara. Sementara itu, Indonesia mengoperasikan KP ORCA 06 dan pesawat ATR42 dalam operasi ini.

Petugas AFMA juga turut serta di kapal dan pesawat milik Indonesia dan Australia.

Kolaborasi ini memperkuat keamanan laut dan menunjukkan komitmen regional melawan kejahatan maritim.

Baca Juga :  Prabowo Lantik Wamentan Jadi Kepala BGN Baru

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini