Ibu Surana, Pahlawan Kebersihan yang Menyapu dengan Ketulusan

Adi Subchan - 10 November 2025

Kisah inspiratif Ibu Surana, petugas kebersihan yang 13 tahun mengabdi menjaga kota tetap bersih. Sosok sederhana yang mencerminkan semangat kepahlawanan di masa kini. (Foto: Aktual Tangerang/Robby Kurniawan)
Kisah inspiratif Ibu Surana, petugas kebersihan yang 13 tahun mengabdi menjaga kota tetap bersih. Sosok sederhana yang mencerminkan semangat kepahlawanan di masa kini. (Foto: Aktual Tangerang/Robby Kurniawan)

Kisah inspiratif Ibu Surana, petugas kebersihan yang 13 tahun mengabdi menjaga kota tetap bersih. Sosok sederhana yang mencerminkan semangat kepahlawanan di masa kini.

Aktual Tangerang – Saat sebagian orang masih terlelap, langkah kaki Ibu Surana sudah menyusuri jalanan di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan.

Dengan sapu di tangan dan senyum di wajah, ia memulai hari penuh semangat.

Di balik bersihnya trotoar dan jalan utama, tersimpan kisah tentang ketulusan dan keteguhan hati seorang perempuan sederhana ini.

Selama 13 tahun, Ibu Surana mengabdikan diri sebagai petugas kebersihan. Ia menjaga kota tetap rapi, meski panas dan hujan kerap menemani setiap ayunan sapunya.

“Yang penting saya sehat dan bisa bantu anak sampai akhir hayat,” kata Surana saat ditemui di Pamulang, Tangsel, Senin (10/11/2025).

Sejak suaminya meninggal pada tahun 1998, ia menjadi tulang punggung keluarga. Dengan penghasilan sekitar Rp90 ribu per hari, Ibu Surana membesarkan anak tunggalnya seorang diri.

Baca Juga :  5 Pahlawan Nasional Asal Banten dan Perannya di Masa Perjuangan

Tak pernah ada keluhan darinya, hanya semangat dan rasa syukur yang terus ia pelihara.

Kini, di usia yang tak lagi muda, ia tetap setia menjalani tugasnya. Setiap fajar, sebelum matahari muncul, ia sudah berdiri di pinggir jalan, menyapu sampah di jalan.

Bagi Ibu Surana, menjaga kebersihan kota bukan sekadar pekerjaan, tapi panggilan hati.

Di momen Hari Pahlawan Nasional 2025, Surana merupakan sosok “pahlawan” tak selalu butuh sorotan. Ia bekerja setiap hari membersihkan Kota Tangsel, khususnya Pamulang.

Ibu Surana menunjukkan makna sejati dari kata “berbakti”. Baginya, menjadi pahlawan bukan soal penghargaan atau ucapan terima kasih.

Kepahlawanan, katanya, adalah tentang keteguhan hati untuk terus berbuat baik, sekecil apa pun itu.

Baca Juga :  Tema dan Logo Hari Pahlawan Nasional 2025

 

Penulis: Robby Kurniawan

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini