Pemkot Tangsel menggeser anggaran Rp400 juta untuk operasional bus sekolah gratis akibat kenaikan harga BBM pada 2026.
Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggeser anggaran sekitar Rp400 juta untuk operasional bus sekolah gratis pada APBD 2026.
Langkah itu diambil akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang meningkatkan biaya operasional armada.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan layanan bus sekolah harus tetap berjalan hingga akhir tahun.
“Kami sudah menginstruksikan Dinas Perhubungan melakukan pergeseran anggaran agar bus sekolah beroperasi setahun penuh,”kata Pilar, Minggu (12/7/2026).
Menurut Pilar, tidak boleh ada armada berhenti beroperasi karena kekurangan bahan bakar.
“Tidak ada alasan bus sekolah tidak beroperasi gara-gara tidak ada bensin,” ujarnya.
Ia memastikan pembengkakan biaya operasional tidak dibebankan kepada masyarakat. Pemkot tetap menyediakan layanan transportasi gratis bagi pelajar.
“Kita kasih pelayanan gratis, termasuk operasional dan bensinnya,” kata Pilar.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, Ayep Jajat Sudrajat, mengatakan kenaikan BBM terasa sejak April 2026. Perhitungan anggaran awal tahun tidak lagi sesuai dengan harga di lapangan.
Dishub sebelumnya menyusun anggaran berdasarkan Standar Satuan Harga BBM Rp15.000 per liter.
“Kita sempat kelimpungan karena anggaran dihitung dengan SSH Rp15.000 per liter,” ujar Ayep.
Dengan kenaikan harga saat itu, anggaran BBM diperkirakan hanya cukup hingga Agustus 2026.
Untuk mengantisipasi kekurangan, Dishub menggeser anggaran dari kegiatan internal yang belum dilaksanakan.
“Selisih kebutuhan BBM sekitar Rp400 juta lebih dan sudah kami lakukan pergeseran,” ungkap Ayep.
Ia memastikan kebutuhan bahan bakar armada aman hingga akhir tahun. “Insyaallah sampai akhir tahun 2026 aman untuk BBM-nya,” ujarnya.
Sebelum kenaikan harga BBM, kebutuhan anggaran bahan bakar bus sekolah sekitar Rp700 juta per tahun. Namun, dengan harga Pertamina Dex sekitar Rp30.000 per liter, kebutuhan anggaran meningkat tajam.
Dishub memperkirakan total kebutuhan BBM sepanjang 2026 mendekati Rp1 miliar.
“Kalau kondisi sekarang hampir Rp1 miliar. Normalnya sekitar Rp700 juta lebih,” pungkas Ayep. (*)









Leave a Reply