Halo Dinas SDABMBK Tangsel! Jalan Raya Jombang Nyaris Amblas Nih

Adi Subchan - 09 September 2026

Jalan Raya Jombang Tangsel nyaris amblas di depan T Space. Pengendara mengeluhkan risiko kecelakaan dan kerusakan kendaraan. (Foto: KOMPAS.com)
Jalan Raya Jombang Tangsel nyaris amblas di depan T Space. Pengendara mengeluhkan risiko kecelakaan dan kerusakan kendaraan. (Foto: KOMPAS.com)

Jalan Raya Jombang Tangsel nyaris amblas di depan T Space. Pengendara mengeluhkan risiko kecelakaan dan kerusakan kendaraan.

Aktual Tangerang – Jalan Raya Jombang, Tangerang Selatan, Banten, mengalami penurunan kontur di depan gedung T Space.

Kondisi tersebut membahayakan pengguna jalan karena kerusakan hampir memakan separuh lajur kendaraan.

Perbedaan tinggi permukaan jalan cukup dalam dan membuat badan jalan menjadi tidak rata.

Pengendara roda dua menjadi salah satu pengguna jalan yang paling rentan terdampak kondisi tersebut.

Situasi itu semakin berisiko ketika malam hari atau lalu lintas sedang padat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan terlihat jelas di kawasan depan gedung T Space. Pengendara harus meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi bagian jalan yang mengalami penurunan tersebut.

Baca Juga :  Profil Lengkap Indra Utoyo dan Koleksi Mobil Mewahnya

Seorang pengemudi ojek online (ojol), Rian (34), mengaku terkejut saat pertama kali melintasi lokasi.

Ia mengatakan, kondisi jalan tersebut cukup berbahaya bagi pengendara yang melaju dalam kecepatan tinggi.

“Kaget banget waktu lewat situ, apalagi kalau posisinya lagi agak kencang. Itu jalannya amblas lumayan dalam dan memakan lajur. Kalau kita kaget terus banting setir mendadak, bisa-bisa dihantam kendaraan lain dari belakang,” ujar Rian saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu (9/9/2026).

Menurut Rian, kerusakan jalan juga berpotensi mempercepat kerusakan sejumlah komponen sepeda motor.

Bagian shockbreaker menjadi salah satu komponen yang dinilai rentan terdampak karena kendaraan sering menghantam permukaan tidak rata.

“Kalau begini terus, motor jadi enggak sengaja menghantam jalan yang enggak rata. Lama-lama bikin shockbreaker rusak. Belum lagi kalau di jalan lain kondisinya begini juga,” tutur Rian.

Warga Keluhkan Jalan Amblas

Keluhan serupa disampaikan Bayu (29), kurir ekspedisi yang setiap hari melintasi Jalan Raya Jombang. Ia kerap membawa paket dalam jumlah besar menggunakan sepeda motor.

Kondisi tersebut membuatnya lebih rentan ketika melewati bagian jalan yang mengalami penurunan.

“Kalau lagi bawa barang penuh kan pandangan ke arah bawah agak terhalang, ditambah beban motor jadi makin berat. Pas lewat depan T Space kemarin, saya enggak sempat mengelak. Hantaman ke jalan amblasnya keras banget,” tutur Bayu.

Bayu mengatakan, kendaraan dengan muatan berat lebih berisiko mengalami kerusakan saat menghantam jalan secara mendadak.

Baca Juga :  Diduga Lagi Tawuran, Pelajar di Jombang Ditabrak Motor

Ia juga khawatir kerusakan kendaraan dapat mengganggu pekerjaannya sebagai kurir.

“Kondisi begini jelas bikin pekerjaan terhambat. Kalau motor sampai rusak, kita sendiri yang rugi harus bayar biaya servis, padahal paket kiriman konsumen harus sampai tepat waktu,” kata Bayu.

Bayu berharap instansi terkait segera memperbaiki bagian jalan yang mengalami penurunan.

Ia meminta perbaikan dilakukan secara permanen agar kondisi serupa tidak terus membahayakan pengguna jalan.

“Ya harapannya segera ditambal atau diratakan secara permanen, jangan cuma dikasih penanda seadanya. Kasihan kami yang kerja di jalanan tiap hari. Kalau enggak segera diperbaiki, malah nunggu ada korban dulu baru ditangani,” tuturnya.

Pengendara Mobil Ikut Terdampak

Kondisi jalan tersebut juga dikeluhkan pengendara mobil yang rutin melintasi kawasan itu. Bambang (58), pengendara sedan, mengaku merasakan guncangan keras ketika kendaraan melewati bagian jalan yang anjlok.

Ia sering melintasi kawasan tersebut dari arah Bintaro untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

“Mobil jenis sedan kan ground clearance-nya relatif pendek. Kalau roda turun ke bagian jalan yang anjlok itu, bagian bawah mobil rasanya langsung mentok aspal dan bikin guncangan keras,” tutur Bambang.

Menurut Bambang, perbedaan tinggi permukaan jalan dapat berdampak terhadap komponen bagian bawah kendaraan.

Ia berharap perbaikan dilakukan secara menyeluruh agar permukaan jalan kembali rata.

“Kalau dibiarkan lama, kasihan pemilik kendaraan karena biaya perawatan komponen kaki-kaki atau per mobil itu tidak murah. Harapannya segera diratakan lagi seperti semula,” tuturnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak DSDABMBK Kota Tangerang Selatan belum memberikan tanggapan. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini