Aktual Tangerang – Pemkot Tangerang memanfaatkan musim kemarau untuk mempercepat normalisasi tujuh titik rawan banjir.
Normalisasi menyasar sungai, saluran air, dan tandon yang mengalami sedimentasi serta penyempitan alur.
Hal itu dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang.
Upaya ini menjadi langkah antisipasi menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, terutama genangan dan banjir.
Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Tangerang Iwan Nursyamsu mengatakan, kemarau menjadi momentum mempercepat pekerjaan.
“Normalisasi sungai dilakukan untuk menangani sedimentasi yang menyebabkan penyempitan, pendangkalan, bahkan pengurangan kapasitas daya tampung air sehingga meningkatkan risiko terjadinya luapan,” ujarnya dikutip, Jumat (25/9/2026).
Normalisasi wilayah barat mencakup Kali Ledug Periuk dan Saluran Pembuang Mutiara Pluit Periuk.
Sementara itu, normalisasi wilayah timur dilakukan pada lima lokasi prioritas. Lokasi tersebut meliputi Saluran Pembuang Simprug, Rawa Kunciran, dan Kali Serua.
Kemudian, normalisasi juga dilakukan di Tandon Pondok Pucung dan Saluran Pembuang Karang Timur.
Normalisasi Saluran Pembuang Karang Timur baru dimulai beberapa hari terakhir.
Progres normalisasi di sejumlah lokasi telah mencapai 50–60 persen. Beberapa lokasi lainnya bahkan sudah mendekati tahap penyelesaian.
Iwan mengatakan, seluruh kegiatan normalisasi di tujuh lokasi tersebut telah berjalan. Beberapa titik normalisasi bahkan sudah hampir rampung dikerjakan.
“Selanjutnya, kami akan terus memetakan titik lokasi lainnya yang membutuhkan normalisasi dan akan segera ditindaklanjuti, khususnya di sejumlah wilayah rawan banjir,” jelasnya.
Selain normalisasi, Pemkot Tangerang juga mulai menyiapkan material kisdam untuk menghadapi musim penghujan.
Material tersebut disiapkan untuk mendukung penanganan kerusakan turap yang berpotensi terjadi.
Pemkot Tangerang juga mengajak masyarakat ikut menjaga kondisi sungai, saluran, dan tandon.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam memelihara sungai, saluran, maupun tandon yang ada di sekitar lingkungan masing-masing, termasuk menjaga kebersihannya agar tidak terjadi penyumbatan yang berisiko menyebabkan banjir,” pintanya. (*)








Leave a Reply