Gunung Anak Krakatau Siaga, Siswa Banten Belajar dari Rumah

Adi Subchan - 07 September 2026

Gunung Anak Krakatau berstatus Siaga, siswa SMA, SMK, dan SKh di Banten belajar dari rumah selama 7-9 September 2026. (Foto: Istimewa)
Gunung Anak Krakatau berstatus Siaga, siswa SMA, SMK, dan SKh di Banten belajar dari rumah selama 7-9 September 2026. (Foto: Istimewa)

Gunung Anak Krakatau berstatus Siaga, siswa SMA, SMK, dan SKh di Banten belajar dari rumah selama 7-9 September 2026.

Aktual Tangerang – Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau membuat Pemprov Banten mengalihkan pembelajaran siswa ke rumah selama tiga hari.

Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin hingga Rabu, 7-9 September 2026.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diterapkan bagi seluruh siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh).

Kebijakan itu berlaku untuk satuan pendidikan negeri maupun swasta di seluruh wilayah Banten.

Langkah tersebut diambil menyusul status Gunung Anak Krakatau yang kini berada pada Level III atau Siaga.

Sebaran abu vulkanik juga terpantau di sejumlah wilayah Banten.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah mengambil langkah antisipatif untuk mengurangi risiko kesehatan dan keselamatan warga sekolah.

Baca Juga :  Cilegon Jadi Lokasi Latihan 19 Negara Hadapi Gempa-Tsunami

Pengalihan pembelajaran dilakukan atas arahan Gubernur Banten Andra Soni melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.

Pemprov Banten menegaskan, pelaksanaan PJJ bukan berarti kegiatan belajar dihentikan. Selama tiga hari, siswa tetap mengikuti pembelajaran dari rumah dengan pendampingan orang tua.

Orang tua diminta memastikan anak tetap mengikuti pembelajaran secara terarah selama berada di rumah.

Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk menghindari paparan abu vulkanik.

Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker standar medis atau respirator.

Penggunaan masker tersebut menjadi salah satu langkah perlindungan dari paparan abu vulkanik secara langsung.

Sementara itu, Pemprov Banten masih memantau perkembangan kondisi lingkungan di wilayah terdampak.

Baca Juga :  Cara Melindungi Diri dari Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkoordinasi dengan DLH serta BPBD Provinsi Banten. Koordinasi dilakukan untuk memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan sebaran abu vulkanik.

Hasil pemantauan akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan berikutnya. Termasuk menentukan keberlanjutan kegiatan pembelajaran setelah periode PJJ berakhir.

Pemprov Banten meminta masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat juga diminta memantau informasi resmi mengenai kondisi gunung api dan kualitas udara.

Informasi mengenai kebijakan pemerintah juga perlu diperhatikan selama Gunung Anak Krakatau berstatus Siaga.

Pemprov Banten mengajak orang tua, sekolah, dan masyarakat mengutamakan keselamatan serta kesehatan anak. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini