Gedung Terra Drone Terbakar, Tidak Dilengkapi Alat Keselamatan

Adi Subchan - 10 December 2025

Kebakaran kantor PT Terra Drone di Kemayoran menewaskan 22 orang. Gedung diduga tanpa APAR dan jalur evakuasi. (Foto: Wartakotalive.com)
Kebakaran kantor PT Terra Drone di Kemayoran menewaskan 22 orang. Gedung diduga tanpa APAR dan jalur evakuasi. (Foto: Wartakotalive.com)

Kebakaran kantor PT Terra Drone di Kemayoran menewaskan 22 orang. Gedung diduga tanpa APAR dan jalur evakuasi, menurut Pj Wali Kota.

Aktual Tangerang – Kebakaran melanda kantor PT Terra Drone di Cempaka Baru pada Selasa (9/12) siang. Ternyata perusahaan itu berasal dari Jepang.

Api membesar dalam hitungan menit di gedung enam lantai itu. Petugas pemadam tiba sekitar sepuluh menit setelah laporan diterima.

Insiden ini menewaskan 22 orang, salah satunya adalah wanita hamil. Korban diduga kehabisan oksigen saat terjebak di dalam gedung.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro menyatakan penyebab pasti masih diteliti.

“Kami menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor untuk memastikan penyebab kematian,” ujar Susatyo.

Profil PT Terra Drone Indonesia

PT Terra Drone Indonesia berada dalam jaringan Terra Drone Corporation asal Jepang. Perusahaan induknya beroperasi di lebih dari 25 negara. Terra Drone pernah masuk nominasi penyedia jasa UAV terbaik pada 2020.

Baca Juga :  Gedung Terra Drone Terbakar, 22 Karyawan Tewas

Di Indonesia, perusahaan ini melayani pemetaan, inspeksi, dan pemodelan udara. Layanannya digunakan sektor konstruksi, migas, pertambangan, dan perkebunan.

Perusahaan ini berawal pada 2015 melalui AeroInspect dan Drone Van Java. Pada 2016, nama perusahaan berubah menjadi PT Aero Geosurvey Indonesia. Dan, pada 2019, perusahaan resmi memakai nama PT Terra Drone Indonesia.

Mereka mencatat pengalaman survei udara lebih dari 600.000 hektare.

Gedung Tanpa APAR dan Jalur Evakuasi

Anehnya, gedung PT Terra Drone di Kemayoran dinilai tidak memenuhi standar keselamatan dasar.

Pj Wali Kota Jakarta Pusat Pramono menyampaikan kekecewaannya saat meninjau lokasi.

“Gedung seperti ini wajib memiliki jalur evakuasi dan APAR (Alat Pemadam Api Ringan),” kata Pramono.

“Namun fasilitas tersebut sama sekali tidak tersedia,” lanjutnya mengungkapkan.

Baca Juga :  Tragedi Kebakaran Terra Drone, Wanita Hamil Jadi Korban

Ketiadaan fasilitas keselamatan diduga meningkatkan jumlah korban jiwa.

Banyak pekerja terjebak di lantai 3, 4, dan 5 tanpa jalur keluar. “Kami menegaskan pentingnya standar keselamatan bangunan,” ujar Pramono.

“Aspek keselamatan harus menjadi prioritas di setiap usaha,” pungkasnya.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini