Fun Run Tangsel Ricuh, Pemkot Minta EO Bertanggung Jawab

Adi Subchan - 02 August 2026

Video protes peserta Fun Run Tangsel viral. Pemkot Tangerang Selatan menegaskan acara bukan agenda resmi dan meminta EO bertanggung jawab. (Foto: Istimewa)
Video protes peserta Fun Run Tangsel viral. Pemkot Tangerang Selatan menegaskan acara bukan agenda resmi dan meminta EO bertanggung jawab. (Foto: Istimewa)

Video protes peserta Fun Run Tangsel viral. Pemkot Tangerang Selatan menegaskan acara bukan agenda resmi dan meminta EO bertanggung jawab.

Aktual Tangerang – Video protes peserta Tangsel Fun Walk and Run viral di media sosial. Peserta mengeluhkan buruknya penyelenggaraan kegiatan yang digelar pada Minggu (2/8/2026).

Dalam video, seorang peserta menyatakan kekecewaan dan mengancam menempuh jalur hukum.

Orang tua peserta, Ramses, mengaku panitia tidak terlihat sejak peserta berkumpul.

“Peserta sudah datang pukul 06.00 WIB, tetapi tidak ada panitia di lokasi,” kata Ramses.

Menurutnya, peserta hanya melihat petugas bike marshall menjelang perlombaan dimulai.

Kekecewaan bertambah saat peserta tidak menerima medali di garis finis. Panitia berdalih medali masih dikirim dari Bandung.

Baca Juga :  Jombang dan Ciputat Krisis Air Bersih, BPBD Tangsel Siaga

Banyak peserta akhirnya memilih pulang karena menunggu terlalu lama.

Sekitar pukul 09.00 WIB, kendaraan membawa ratusan medali tiba di lokasi.

“Medali baru datang sekitar pukul 09.00 WIB dan dibagikan kepada peserta yang masih bertahan,” ujarnya.

Pemkot Tangsel menegaskan kegiatan tersebut bukan agenda resmi pemerintah.

Melalui akun Instagram resminya, Pemkot menyebut acara sepenuhnya diselenggarakan event organizer (EO).

Pemkot meminta masyarakat memperoleh informasi kegiatan melalui kanal resmi pemerintah.

Pemkot Tangsel juga menegaskan penyelenggara harus bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan acara.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, meminta penyelenggara segera mempertanggungjawabkan kegiatan tersebut.

“EO yang merugikan masyarakat harus dimintai pertanggungjawaban,” tulis Pilar melalui akun Instagram pribadinya.

Baca Juga :  Jombang dan Ciputat Krisis Air Bersih, BPBD Tangsel Siaga

Pilar juga meminta penyelenggara tidak lagi memperoleh izin menggelar kegiatan di wilayah Tangsel.

Ia menyoroti penggunaan nama Kota Tangerang Selatan dan logo pemerintah pada promosi acara.

Sementara itu, ITC BSD menyatakan hanya menyediakan lokasi penyelenggaraan.

Manajemen ITC BSD mengaku tidak terlibat dalam pengelolaan teknis kegiatan.

“Seluruh pelaksanaan acara menjadi tanggung jawab penyelenggara,” tulis manajemen ITC BSD.

ITC BSD menyampaikan keprihatinan atas ketidaknyamanan yang dialami peserta.

Pihak pengelola juga mengaku terdampak akibat polemik tersebut.

Peserta diminta menghubungi panitia untuk memperoleh informasi dan tindak lanjut penyelesaian. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini