Dugaan Penistaan Agama, Hafal Alquran Berhadiah Sebotol Miras

Adi Subchan - 11 August 2026

ILUSTRASI - Video dugaan penistaan agama dalam kegiatan The Sounds Project Vol.9 viral di media sosial.  (Foto: iStockphoto)
ILUSTRASI - Video dugaan penistaan agama dalam kegiatan The Sounds Project Vol.9 viral di media sosial. (Foto: iStockphoto)

Video dugaan penistaan agama dalam kegiatan The Sounds Project Vol.9 viral di media sosial. Penyelenggara mengecam dan menegur sponsor terkait.

Aktual Tangerang – Video dugaan penistaan agama di festival musik The Sounds Project Vol.9 menuai kecaman di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan sekelompok orang membuat tantangan menghafal surah Alquran demi mendapatkan sebotol minuman keras.

Aksi tersebut disebut berlangsung di salah satu booth sponsor minuman keras pada Minggu (9/8/2026).

Video itu pertama kali dibagikan akun Threads @jarrkojarr dan kemudian menyebar di berbagai platform media sosial.

Peristiwa tersebut memicu kecaman dari sejumlah pihak yang menilai agama tidak seharusnya dijadikan bahan promosi.

MC Sampaikan Permohonan Maaf

MC yang bertugas di booth tersebut sempat memberikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf melalui akun Instagram @aqueer_.

Baca Juga :  Colek Pemkab Tangerang! Jalan Raya Pakuhaji Rusak Parah

Menurut MC bernama Ega, kejadian tersebut berlangsung secara spontan dan melibatkan audiens.

“Saya Ega, selaku MC pada acara musik yang bertugas di booth Newport pada Hari Minggu, 9 Agustus 2026. Dengan ini menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang berlangsung pada saat itu,” tulisnya.

Ega menjelaskan, kejadian bermula ketika dirinya berinteraksi dengan pengunjung saat acara sedang jeda.

“1. Pada saat jeda acara, saya melakukan interaksi dengan pengunjung. 2. Lalu, ada audiens yang memakai atasan putih tiba-tiba mengambil mic saya. 3. Audiens tersebut langsung memberikan sayembara melafalkan salah satu surat kepada pengunjung lain dengan imbalan yang ditawarkan oleh audiens tersebut. 4. Ketika mengetahui penyampaian sayembara tersebut, saya lalai untuk mengambil alih mic tersebut, karena pada dasarnya MC memiliki tugas dan kewajiban untuk memastikan acara berlangsung sesuai konsep yang telah ditentukan oleh brand,” sambungnya.

Klarifikasi tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Namun, akun Instagram @aqueer_ yang sebelumnya digunakan untuk menyampaikan klarifikasi kini tidak ditemukan dalam pencarian.

Penyelenggara The Sounds Project Buka Suara

Pihak penyelenggara The Sounds Project turut memberikan tanggapan terkait video dugaan penistaan agama tersebut.

Baca Juga :  KLH Turun Tangan Bantu Selesaikan Darurat Sampah Tangsel

Melalui pernyataan resmi di Instagram @thesoundsproject, penyelenggara mengecam kejadian tersebut.

“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun. Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara,” tulis pernyataan tersebut, Selasa (11/8/2026).

Penyelenggara menegaskan tidak pernah menoleransi penistaan agama dalam kegiatan yang mereka selenggarakan.

The Sounds Project juga menyatakan tidak akan membenarkan tindakan yang mengarah pada isu suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA.

Pihak penyelenggara mengaku telah memberikan teguran kepada pihak sponsor terkait kejadian tersebut.

Mereka juga menyatakan akan mengawal persoalan tersebut dan melakukan evaluasi internal.

“Kami melakukan evaluasi internal untuk memastikan kejadian serupa tidak akan terjadi lagi dalam penyelenggaraan acara selanjutnya,” tambahnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini