Dua bocah di Tangerang kehilangan kedua orang tuanya akibat kecelakaan taksi. Keluarga berharap ada jaminan pendidikan hingga dewasa.
Aktual Tangerang – Dua bocah perempuan di Kabupaten Tangerang harus kehilangan kedua orang tuanya sekaligus akibat kecelakaan lalu lintas.
Mereka adalah Syua Adana Edih (8) dan Shanum Alia Edih (6). Kedua anak tersebut kini hidup tanpa ayah dan ibu di usia yang masih membutuhkan perhatian orang tua.
Orang tua mereka, Ridanti Amalia dan Edih, meninggal setelah ditabrak sebuah taksi di kawasan Gading Serpong.
Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada 6 Mei 2026.
Paman korban, Reza Irawan, mengatakan kecelakaan terjadi saat pasangan suami istri itu bekerja.
Menurut dia, Edih yang berprofesi sebagai kurir sedang mengantarkan barang bersama istrinya.
“Saat itu mereka sedang mengantar barang ke wilayah Gading Serpong,” kata Reza, Selasa (9/6/2026).
Di tengah perjalanan, kendaraan yang mereka gunakan terlibat kecelakaan dengan taksi Bluebird. Akibat kejadian tersebut, Ridanti meninggal di lokasi kejadian.
Korban diduga mengalami luka fatal setelah terlindas kendaraan. Sementara Edih sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia di Rumah Sakit Bethsaida.
“Kakak saya meninggal di tempat. Suaminya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit,” ujarnya.
Reza mengenang kedua korban sebagai sosok pekerja keras yang berjuang demi keluarga.
Menurut dia, satu-satunya aset yang dimiliki korban juga rusak akibat kecelakaan. Motor yang biasa digunakan Edih untuk bekerja kini tidak dapat digunakan lagi.
“Motornya sudah hancur. Tidak ada lagi yang bisa diwariskan untuk kedua anaknya,” katanya.
Kini, Syua dan Alia tinggal bersama nenek mereka. Keluarga besar menjadi tumpuan utama bagi kedua anak tersebut.
“Untuk sementara, anak-anak tinggal bersama neneknya,” ucap Reza.
Ia mengaku kondisi ekonomi keluarga saat ini cukup berat. Menurutnya, kebutuhan hidup dan pendidikan kedua anak menjadi perhatian utama keluarga.
Reza mengungkapkan pihak perusahaan taksi sempat menawarkan bantuan senilai Rp50 juta. Namun, keluarga memutuskan menolak tawaran tersebut.
“Kami menilai bantuan itu belum sebanding dengan kehilangan yang dialami keluarga,” ujarnya.
Keluarga berharap ada jaminan pendidikan dan biaya hidup bagi kedua anak tersebut. Mereka meminta dukungan hingga anak-anak beranjak dewasa.
“Harapan kami pendidikan mereka dijamin sampai usia 21 tahun,” kata Reza.
Ia juga berharap kebutuhan hidup kedua anak dapat memperoleh perhatian.
Menurutnya, masa depan Syua dan Alia kini menjadi tanggung jawab keluarga besar.
Sementara itu, pihak Bluebird Group menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut. Perusahaan juga meminta maaf kepada keluarga korban dan masyarakat.
“Bluebird menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa yang mendalam,” tulis keterangan perusahaan.
Bluebird menyatakan tetap berkomitmen menyelesaikan tanggung jawab terkait insiden tersebut. Perusahaan akan terus menjalin komunikasi dengan keluarga korban.
“Kami terus melakukan pendampingan dan pembahasan penyelesaian tanggung jawab,” demikian pernyataan Bluebird.
Hingga kini, pembahasan mengenai bentuk bantuan bagi keluarga korban masih berlangsung.
Perusahaan belum memberikan penjelasan rinci terkait kompensasi yang akan diberikan. (*)









Leave a Reply